
Asta Brata Kepemimpinan Hindu
OLEH:
I DEWA PUTU SUMANTRA
DALAM RANGKA DIKLAT ASTA BRATA IV
DISELENGGARAKAN OLEH PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA (PMHD) UNIVERSITAS WARMADEWA
BERTEMPAT DI WANTILAN PURA SAKENAN DENPASAR
TANGGAL 5 – 7 NOPEMBER TAHUN 2010
Om Swastyastu Namo Siwa-Budhaya,
Om Awignam Astu Namo Siddham.
KATA PENGANTAR
Puja dan puji dipanjatkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi, karena atas restu dan karunia Beliau, tulisan singkat ini dapat dirampungkan meskipun isinya masih sangat jauh dari sempurna.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi permintaan dari Panitia pelaksana Diklat Kepemimpinan Asta Brata V PMHD Unwar, guna mengisi acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan Asta Brata yang dimaksud. Tulisan ini diberi judul “Asta Brata” Kepemimpinan Ala Hindu yang disesuaikan dengan topik dari kegiatan ini dan sangat mirip dengan tulisan yang dibawakan pada diklat sebelumnya. Secara singkat isi dari tulisan ini memuat pokok-pokok pikiran tentang kepemimpinan terutama yang dimuat dalam ajaran Asta Brata. Tentu dalam menyadur dan mengartikan ajaran mulia ini masih sangat jauh dari ‘baik’ apalagi ‘sempurna’, hal ini sepenuhnya dikarenakan keterbatasan penulis sendiri yang belum paham secara mendalam akan ajaran ini, tapi minimal untuk pengetahuan awal mengenai ajaran Asta Brata, tulisan sederhana ini dapat dimaklumi.
Demikian kata pengantar tulisan ini, semoga ada manfaatnya.
Penulis
I. PENDAHULUAN
Seperti kita ketahui bahwa aneka ragam aktivitas dan kegiatan yang dilakukan dalam suatu komunitas atau organisasi apa saja yang melibatkan banyak orang, sudah pasti tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, yang satu sama lainnya saling terjalin, saling mempengaruhi secara kompleks, rumit dan rentan dalam usaha mencapai tujuan bersama. Dengan mengetahui sifat hubungan yang kompleks, rumit dan rentan ini sangatlah diperlukan tampilnya seseorang untuk menengahi, membimbing, mengarahkan dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Seseorang itu lasim disebut Pemimpin.
Begitu pentingnya seorang pemimpin yang mampu memfasilitasi dan memberikan solusi dalam penyelesaian masalah, memajukan organisasi yang dipimpinya, dan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan anggota organisasinya. Akan tetapi sesungguhnya kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri, serta setiap orang perlu dan harus memiliki jiwa kepemimpinan.
Secara umum orang yang melaksanakan kepemimpinan terdiri dari dua jenis yaitu Pemimpin dan Pimpinan. Yang dimaksud Pemimpin adalah orang yang dihormati karena kemampuan individunya yakni berpengetahuan tinggi, orang yang “dituakan” karena dewasa, arif dan bijaksana, dan orang yang mampu mengayomi, dipercaya, disegani, panutan, dan dituruti kata-katanya.
Sedangkan Pimpinan adalah orang yang didudukkan dalam suatu jabatan dalam organisasi karena mampu menjalankan organisasi, berjasa, mempunyai waktu dan tingkat pengabdian yang tinggi, dan memiliki kewenangan administratif.
Perlu diketahui bahwa Asta Brata Kepemimpinan Ala Hindu ini bukanlah sebuah petunjuk pelaksana pemimpin, melainkan adalah sebuah pedoman yang mesti diikuti oleh seorang pemimpin untuk mengatur rencana, sikap dan strategi dalam suatu kegiatan beserta pemecahan permasalahan-permasalahannya, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dan aspek kepemimpinan ini amatlah luas, namun yang diuraikan di sini hanyalah sebagian kecil dan dasar dari aspek kepemimpinan ala Hindu yang dipetik dan dihimpun dari ajaran Asta Brata, serta diramu sedikit dengan artikel-artikel yang bernuansa kepemimpinan secara Hindu. Aspek-aspek yang dimaksud meliputi; Pengertian Kepemimpinan, Fungsi, Ciri dan Pola Kepemimpinan, dan Kepemimpinan Hindu.
Continue reading »