Raja2 Bali sebelum Majapahit yang datangnya di dapat berdasarkan prasasti :
1. Çri Keçari Warmadēwa (Saka 835/913M)
2. Çri Ugrasēna (Saka 837-864/915-942M)
3. Agni Nripati (Saka 841-875/953-953 M)
4. Tabanēndra Warmadēwa (Saka 877-889/955-967 M)
5. Candrabhaya Singha Warmadēwa (Saka 878-896/956-974M) –> Pendiri Tirta Empul.
6. Jana Sadhu Warmadēwa (Saka 897/975M)
7. Gunapryadharmapatni-Dharmo
dayana Warmadēwa (Saka 910-933/998-1011M)
Memiliki tiga Putra :
a. Airlangga (Kemudian menjadi Raja Kahuripan/Sebelum disebut Kadiri)
b. Marakata
c. Anak Wungsu
8. Çri Adnya Dewi (Saka 933-938/1011-1016M)
9. Marakata Pangkaja Sthana Tunggadēwa (Saka 938-962/1016-1040M)
10. Anak Wungsu (Saka 971-999/1049-1077M)
11. Sakalendu Kirana (Saka 1020-1023/1088-1101M)
12. Suradipa (Saka 1037-1041/1115-1119M)
13. Jaya Çakti (Saka 1055-1072/1133-1150M)
14. Ragajaya (Saka 1077-1092/1155-1170M)
15. Jayapangus (Saka 1099-1103/1177-1181M)
16. Arjaya Deng Jayaketana (Tidak diketemukan tahunnya, namun dari cara penulisan dan isinya diperkirakan antara Jayapangus dengan Ekajayalancana)
17. Ekajayalancana (Saka 1122-1126/1200-1204M)
18. Adhikuntiketana (Saka 1126/1204M)
19. Masula Masuli
20. Pameswara Çri Hyangning Hyang Adhidewalancana (Saka 1182-1208/1260-1286M)
Serangan Prabhu Kerthanegara Raja Singhasari Saka 1208/1286M
Pemerintahan Bali di bawah Singhasari :
1. Kryan Demung Sasabungalan (Saka 1206/1284M)
2. Kebo Parud Makakasir (Saka 1206-1246/1284-1324M)
a. Kedatangan para Arya dan Rohaniwan Kerajaan Singhasari
b. Kedatangan Para Mpu Keturunan Sapta Rsi bersama Bhujangga
Runtuhnya Singhasari, Bali kembali Mandiri :
1. Bethara Çri Maha Guru (Saka 1246/1324M)
2. Çri Walajaya Krethaningrat (Saka 1250-1259/1328-1337M)
3. Asta Sura Ratna Bumi Banten (Saka 1259-1265/1337-1343M)
Serangan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada, bersama masuknya para Arya :
1. Arya Damar (1343-1345M)
2. Arya Kenceng (1343-1345M)
3. Arya Gajahpara (1343-1345M)
Kemenangan akhirnya diperoleh walau pun dengan berbagai trik dan tipu muslihat sebab kalah sakti oleh orang Bali Aga dan Bali Mula.
Pemerintahan Bali oleh Raja yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Bali :
1. Kyayi I Gusti Agung Pasek Gelgel (Saka 1265-1272/1343-1350M)
Pemerintahan Bali oleh Raja (Adipati/sekarang = Gubernur) yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Jawa :
1. Çri Kresna Kapakisan / Adipati Samprangan (Saka 1272-1295/1350-1373M)
Kemudian karena Çri Kresna Kapakisan merasa tidak sanggup memerintah Bali, maka bermaksud ingin meletakkan jabatan dan melapor ke Kota Raja Majapahit.
Akhirnya Gajah Mada mengutus Arya Kepakisan sebagai Patih Agung untuk mendampingi Çri Kresna Kapakisan. Sebab Gajah Mada memahami bahwa rakyat Bali tetap tidak akan mau tunduk kepada Majapahit jika tidak dipimpin oleh bukan orang2 keturunan Bali. Arya Kepakisan adalah keturunan dari Prabu Airlangga (Raja Kahuripan) yang merupakan anak kandung dari Gunapryadharmapatni-Dharmodayana Warmadēwa.
2. Çri Agra Samprangan (Saka 1295/1373M)
3. Çri Smara Kapakisan (Saka 1302-1382/1380-1460M)
4. Dalem Watur Enggong (Saka 1382-1472/1460-1550M)
5. Dalem Bekung (Saka 1472-1502/1550-1580M)
6. Dalem Sagening (Saka 1502-1543/1580-1621M)
7. Dalem Di Made (Saka 1543-1573/1621-1651M)
8. Gusti Anglurah Ketut Karang (Saka 1572-1602/1650-1680M)
9. I Gusti Agung Maruti (Saka 1573-1599/1677-1651M)
10. I Dewa Agung Jambe (Saka 1599-1664/1722-1736M)
11. I Dewa Agung Di Made (Saka 1664-1742/1714-1792M)
12. I Dewa Agung Gde (Saka 1714-1759/1792-1837M)
13. I Dewa Agung Sakti (Saka 1759/1837M)
14. …..
15. ….
Dst… Hingga akhirnya masuknya Penjajahan Belanda
Ulasan lengkapnya lihat di catatan/note di akun saya berjudul “Puspa Harum Banoa Bangsul”.
Kembali ke topik.
Yang digunakan untuk mengklaim oleh orang yang mengaku Raja Majapahit yang berasal dari Mojokerto kemudian mengungsi di wilayah Bukit saat ini adalah mengaku dari keturunan Jayasabha. Jayasabha adalah saudara kandung dari Jayabhaya keturunan dari Prabu Airlangga. Namun saya sendiri pernah bertanya dengan maksud menggali informasi, ternyata mereka tidak bisa menunjukkan bukti silsilah (pengelintih) keturunan manakah yang menyebabkan dia ada. Kemudian, kalau tidak salah, yang mengaku Raja Bali Majapahit itu pun diangkat oleh Raja Majapahit yang dari Mojokerto tersebut. Selanjutnya tinggal teman2 simpulkan sendiri…
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, saya semata2 mengangkat berdasarkan bukti prasasti berdasarkan sumber2 yang saya temukan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Salinan Lontar Sari Manik Tuluk Biyu Batur Kintamani
2. Narendra Dev. Pandit Shastri, Sejarah Bali Dwipa 26 Januari 1963
3. Anonim, rangkuman salinan berbagai Lontar Babad
4. Salinan Lontar Babad Mangwi Gedong Kirtya 1039
5. Salinan Lontar “Pamungkah Panamaskarang sakula Gotra Para Arya saking Jawi ikang tumedun ngiring Sira Çri Dalem Cili Kresna Kepakisan” katedunang saking Lontar Prasasti saking Puri Agung Semarapura Klungkung.
6. Sejarah Politik Bali dari abad X sampai dengan pendudukan Kolonial Belanda, oleh I Made Dwi Putra Sanjaya, S.Sos, MIB. 8 April 2003.
Suksma antuk info dan artikelnya; sungguh bermanfaat bagi tiang untuk mengenal raja-raja Bali, tentunya semangat akan keinginan untuk memerintah zaman kerajaan dan zaman sekarang sudah berbeda, semoga ada benang merah yang bisa ditarik oleh penguasa Bali saat ini.
| | | Radio Internetne Nak Bali | | |
Semeton Nak Bali Belog(kone): Mari kita berbagi….senang sekali semeton mampir ke gubuk digital kami
Akhirnya Gajah Mada mengutus Arya Kepakisan sebagai Patih Agung untuk mendampingi Çri Kresna Kapakisan. Sebab Gajah Mada memahami bahwa rakyat Bali tetap tidak akan mau tunduk kepada Majapahit jika tidak dipimpin oleh bukan orang2 keturunan Bali. Arya Kepakisan adalah keturunan dari Prabu Airlangga (Raja Kahuripan) yang merupakan anak kandung dari Gunapryadharmapatni-Dharmodayana Warmadēwa.
Artinya: Yang digugu sebagai pemimpin Bali adalah….:Trah Arya Kapakisan, keturunan Raja Bali. Mengapa tidak lanjut dijelaskan demikian? Sekarang sejarah kembali berulang. Datang bangsawan / pandita dari Jawa untuk merajai Bali, “Raja Majapahit Bali”. Lho?? Kiita orang Bali harus bijaksana.
Bagus sekali infonya.
- Mengenang peristiwa Bali 1343, hati saya miris mendengarnya. Mungkin kurang komunikasi antara tokoh tokoh Arya bahwa penyerbuan ke Bedahulu dibawah komando Gajah Mada adalah menyerang rumah sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa leluhur para arya adalah Maha Raja Airlangga yang merupakan pewaris Dinasti Warmadewa. Atau mungkin para Arya yang ikut menyerbu ke Bali sudah kena hasut Gajah Mada. Tapi saya tetap bangga dengan kegigihan raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten yang begitu gigih mempertahan tanah Bali dari kepungan panglima Majapahit. Salut juga buat Panglima perang Bali yang Sakti mandraguna, tidak satupun panglima perang Bali yang tertembus senjata musuh, tapi panglima Bali mati kehabisan napas karena dikeroyok oleh musuh,
karena kalah jumlah pasukan. Kalau Panglima Bali perang tanding one by one dengan panglima Majapahit, pasti panglima majapahit keok semuanya, kekalahan Bali juga karena tiadanya Maha patih Kebo Iwa yang kena tipu muslihat Gajah mada. Mungkin pemimpim pemimpin Bali jaman sekarang perlu meniru Kegigihan raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten dalam mempertahankan tanah Bali,supaya pemimpin Bali sekarang tidak mudah kena rayuan investor luar Bali yang ingin mencaplok tanah Bali
- Mengenai raja Bali, yang paling cocok menjadi raja Bali adalah Dalem Klungkung, karena beliau adalah keturunan Dalem Ketut Kepakissan dan Arya Gajah Para. Jadi ada kombinasi antara Kepakisan ( Majapahit ) dan Arya Gajah Para ( Keturunan Airlangga / Warmadewa/ Bali Aga ). Tapi tidak usah ada embel embel Majapahit. Karena setelah Majapahit jatuh kerajaan Bali sudah merdeka.
Salam damai dari Nusa Dua
Swstu, Suksme Pak Wayan atas atensinya.
yang saya dengar dari penglingsir trah Dalem, justru karena Bali kacaulah… kemudian dipilih seorang dari keturunan Brahmana untuk menjadi Raja (Satria) yaitu Ida Dalem Kresna Kepakisan.
Saya tidak mendengar Beliau tidak mampu, pulang ke Majapahit, seolah2 Arya Kepakisan yang membuat segalanya lancar, ingat Beliau juga diiringi oleh bbrp Arya yang juga mumpuni sbg anglurah.
hehe, Bali Jaya… anda seolah2 membuat skenario sendiri saja.
Saya baru tahu kalau Raja Bali… ada yang bernama Gusti Anglurah Ketut Karang, entah darimana ini sumbernya. Kalau cuma berasal dari sumber yang tertulis di
Salam.
Bagi Saya Arya Wedakarna mws III adalah Pemuda yang patut di Tauladani Untuk pemuda di seluruh indonesia, dg contribusi yang luar biasa untuk Budaya,agama dan Rakyatnya… itu ditunjukan ketika beliau mengunjungi RUMAH GADANG Tongku Bosa Talu sumatera barat….. Saya sangat tertarik sekali dg pembicaran Hub diplomasi antar kerajaan se Indonesia… dg adanya Beliau semoga Kerajaan2 se Indonesia menjadi Satu kesatuan yang Kuat Dan Memiliki Wibawa di Mata Dunia…. so… RAJA MAJAPAHIT BALI sekarang adalah Arya Wedakarna mws III… LONG LIVE THE KING….. from Minangkabau
Om Swastyastu, Terima kasih atas beragam pendapat dari saudara-saudaraku. Angayubagia…perbedaan pendapat dan sumber bacaan akan menjadikan kita kaya ilmu. Percayalah karena Yang MAHA BENAR hanya Sang Hyang Widhi Wasa. @MQ: Menurut kami, tidak ada itu yang namanya Raja Majapahit Bali. TIDAK ADA!! Itu namanya Burung Gagak menamakan dirinya. Secara pribadi mungkin kualitas Si Arya Weda bagus, tapi caranya dia terlalu tendensius, bombastis. Kelengkapan seorang raja masa lalu adalah mempunyai keraton/istana, panjak/rakyat, daerah kekuasaan, pengakuan secara defacto oleh raja-raja tetangganya. Nah kalau hanya berdasar keturunan, sebagaian besar orang Bali adalah keturunan langsung dari raja-raja majapahit, Kediri, Madura, dll, bahkan Orang Bali merupakan keturunan langsung dari Hyang Pasupati.Itu bagaimana?Lebih baik Arya Weda cukup menjadi raja di rumahnya(Puri?) Mahendradatta saja, tidak lebih.dengan panjaknya mahasiswa Mahendradatta,pepatihnya ada di PNI Marhaenisme, bertetangga dengan penduduk sekitarnya. Daerah kekuasaannya sekitar jalan Plawa yang sebetulnya rakyat disana tidak mengakuinya sebagai raja(Bisa di cek ke saya, ato tanya aja penduduk disekitar jalan Plawa).tabik kepada leluhur Jawa-Bali..Salam sungkem.
luar biasa memang trah “arya” majapahit ini. .
bagus,bisa tukar tambah pendapat…….
Sejarah akan tetap menjadi sejarah…
Jangan dipolitisasi seperti era orde baru..
A.
Gusti Anglurah Ketut Karang kok tumben dengar ya….? tolong dijelaskan lebih lanjut tentang sumbernya ?????????
karena kalau mengacu pada tahun berkuasanya, hal itu berarti pada tahun saka 1572-1573 ada 2 raja di Bali yaitu Dalem Dimade dan Gusti Anglurah Ketut Karang, sedangkan pada tahun saka 1573 – 1599 ada 2 raja di Bali yaitu I Gusti Agung Maruti dan Gusti Anglurah Kt Karang, begitu pula pada tahun 1599 – 1960 kembali ada 2 raja di Bali yaitu I Dewa Agung Jambe dan Gusti Anglurah Kt Karang……….. ???????
kalau yg saya tahu Gelar Anglurah mungkin sekelas bupati/gubernur / dibawah Raja, jadi Anglurah tidak sama dengan Raja.
Oleh karena itu saya mohon sumbernya supaya tdk ada perubahan sejarah atas dasar kepentingan sehingga tdk menimbulkan kebingungan bagi pembaca.
B.
Pada artikel diatas khususnya setelah nama Dalem Dimade ada kesalahan pada perubahan angka tahun saka ke masehi :
7. Dalem Di Made (Saka 1543-1573/1621-1651M)
8. Gusti Anglurah Ketut Karang (Saka 1572-1602/1650-1680M)
9. I Gusti Agung Maruti (Saka 1573-1599/1677-1651M)
10. I Dewa Agung Jambe (Saka 1599-1664/1722-1736M)
11. I Dewa Agung Di Made (Saka 1664-1742/1714-1792M)
12. I Dewa Agung Gde (Saka 1714-1759/1792-1837M)
13. I Dewa Agung Sakti (Saka 1759/1837M)
Revisi :
7. Dalem Di Made (Saka 1543-1573/1621-1651M)
…….Gusti Anglurah Ketut Karang (Saka 1572 ??? – 1602 ???/1650-1680M)
8. I Gusti Agung Maruti (Saka 1573-1599/1651-1677M)
9. I Dewa Agung Jambe (Saka 1599-1664/1777-1742M)
10. I Dewa Agung Di Made (Saka 1664-1714/1742-1792M)
11. I Dewa Agung Gde (Saka 1714-1759/1792-1837M)
12. I Dewa Agung Sakti (Saka 1759/1837M)
saya adalah pengangum turah wedakarna
jangan ganggu pemimpin kami
wedakarna sdhbanyak berbuat bagi bali
anda bisa tanya pada orang2 di world hindu summit dan phdi
lalu, apa yg dilakukan warmadewa?
kampus sempit ditengah gang itu ?
untuk jadi pengurus hindu, agar rem mulut saudara
wedakarna tidak punya salah pada saudara, ia berjuang tanpa minta
duit sama anda, so kenapa harus repot ?
maju terus gusti dalem, rakyat bali dukung turah
demi hindu
Makane nulis to jangan berdasarkan logika ato buku yg ga jelas dasar ilmiahnya….apalagi menjelekkan orang….aneh ne nak warmadewa…de nulis babad didian….bikin malu warmadewa deen….be maan mace warmadewa.com?? Ento mare bisa dipertanggung jawabkan tulisan. Ne….
Om Swastiastu,semeton bali titiang sareng sami.janganlah sampai bermusuhan sesama sdr bali.debat itu penting,tpi diakhiri dgn mendapatkan pengetahuan bukan permusuhan.singkatnya,saya bukan seorang yg terpelajar.tapi saya slalu mengikuti sepak terjang arya wedakarna.bagi saya dia adalah sosok panutan bagi generasi muda bali.pemberani,komentarnya apa adanya,sangat peduli dgn hindu.baik di bali and luar bali.jarang ada org yg berani seperti dia diluar bali khususnya.mengayomi hindu yg minoritas.berbuat banyak hal untk hindu.janganlah dibesar2kan tentang gelar itu.itu hanya bersifat gelar spiritual.karena yg saya tahu dia diberikan kepercayaan untk menjaga peninggalan pusaka2 hindu majapahit.jarang juga saya lihat org hindu bali seperti dia.saya bangga punya sdr hindu bali seperti dia.tidak ada gunanya juga bergelar tpi tidak berani mengayomi hindu.terutama yg diluar bali.ada yg terpaksa ato dipaksa krn keadaan pindah agama lain.saya liat dia berani mengungkapnya dan mengayomi hindu2 diluar bali.itu yg membuat sya bangga sama dia.si minoritas yg tak terlalu dranggap di negeri ini.semakin digerus keberadaannya dan saya berharap kelak akan bnyk vedakarna2 baru yg lahir.hidup bali,jayalah hindu.
Om Santi,santi,santi,Om
Beh, mekejang mesebeng nawang. Cang ne nawang nyen to wedekarna. Uli mare lekad ked Calung uyah ne, mekejang tawang cang. Depang ye didiane ngadanin. Nak ngorang bhatara atau dewa enggong. Jani laksanane tolih, patut apa tusing. Ape cassing ne gen keto. Mengkilap di luar sakewala di bebanjaran sing taen ngejang dakin lima. Mu takonang ye, taen ye mecelep ke balai banjar, masuk seke teruna. Nak taen anggon cang panitia ngewangun banjar. Apa lacur, sing taen nengok. Lacurne buin, surat SK banjar balikene gara-gara pelih ngae adan, sing misi Anak Agung plus raja Maja Pahit – mekilit. Pidan ane tawang cang, ia nak madan I Gde Wedakarna lonto. Yen misi gelar, kan tinggal nambah gen profesor atau doktor.
Tuah je pipise ngadanin. Ane perlu takonin, uli dije tekan pipise. Apa tusing dengan cara ekspoitasi umat. Ngae organisasi Hindu, cuma anggon ngalih untung gen. Biasiswa, kuda umat sube maan beasiswa. Ane tepukin cang, mahasiswa ne anggone parekan. Mederet di sisin tembok mesaput poleng namping dulang misi canang. To papak canange. Ganti sanje sing bange nasi. Lagut maan nasi misi pete. Dije jang harkat mahasiswa. Kone harus cerdas dan dadi pemikir. Dadi nyak anggone budak.
Nang Locong, basa bali katah. Ampura sing bisa matur alus. Nak uli trunyan. Bali asli. Sing ngelah raja. Raja sube ngandang di cekian.
Hehehehe, drmana itu sumber Ida Dalem Sri Kresna Kepakisan dibilang tdk mampu.. Klo ingin tahu ttg Beliau, sebaiknya juga menggunakan literatur2 ttg Beliau yg masih dipegang oleh keturunan2ny smp saat ini.Jgn sembarangan menulis keleluhuran…
Salam,
Dewa Agung Yoga
raja-raja majapahit adalah turunan Ken Arok yg membunuh majikannya
dan mengawini istri majikannya yaitu Ken dedes yg sedang hamil, dari turunan kenArok ada yang bernama Diah Lembu Tal kawin ke Pejajaran dan suaminya dibunuh karena ada yg tidak setuju mengambil istri turunan Ken Arok.Turunan Ken Arok yang sedang hamil ini kembali ke jawa Timur karena takut dibunuh, dan melahirkan anak laki2 yg kemudian mendirikan
kerajaan Majapahit di jawa Timur setelah membunuh JayaKatwang turunan
Jayabaya juga yangmana jayabaya adalah turunan Erlangga. Erlangga adalah anak raja Bali yang bernama raja Udayana menikahi putri raja jawa
Timur yg merupakan sepupunya dan menjadi raja Kahuripan di Jawa Timur
selanjutnya keturunannya menjadi raja2 kediri sebelum di kalahkan oleh Ken Arok yang bekerjasama dengan para pendeta2brahmana.Kerajaan kediri dipunahkan dan berdiri kerajaan Singosari dgn raja terakhirnya
bernama Kertanegara yg berambisi menundukan raja2 sekitarnya. kerta negara dikalahkan oleh jayakatwang dan kerajaan kediri berdiri lagi. sedangkan anak lembu Tal menjadi menantu Kertanegara mengkudeta
kerajaan kediri dan membangun kerajaan majapahit..yang meninggalkan rrasa pahit bagi rakyat bali yang dikalahkan dgn cara curang oleh Gajahmada patih terkenal Majapahit.
Tulisan Bali Jaya benar adanya karena watak orang Bali tidak suka diperintah oleh orang luar Bali, jadi Gajahmada mengutus Kesatria Kediri mendampingi beliau menjadi adipati Bali. dengan memberi nama yang sama
yaitu Arya Kresna Kepakisan alasannya karena berasal dari desa yg sama
yaitu desa Kepakisan JawaTimur.Orang2 Bali kurang teliti sehingga keliru
yg mana sebenarnya Turunan Erlangga dinamakan Arya Kresna Kepakisan
sedangkan raja Bali I setelah majapahit menang atas raja Bali (Ratna Bumi Banten) menempatkan anak gurunya yg bernama Smara Kepakisam sth jadi raja bergelar Sri Aji Dalem Kresna Kepakisan sedangkan patihnya adalah turunan Erlangga atau turunan Udayana karena udayana adalah ayah Erlangga.. diberi nama Sri Naryana Arya Kresna Kepakisan. ya..tidak heran kalau rakyat bali keliru karena namanya dimirip-miripkan. jadi Dalem
Kepakisan adalah soroh Brahmana yg wangsanya menjadi Kesatria sedang
Arya Kepakisan adalah tetap wangsa Kesatria karena jadi patih mendampi
ngi brahmana yg dijadikan raja bali oleh Gajahmada.
Membaca tulisan diatas bahwa raja bali 1 adalah Sri Kesari Warmadewa
memerintah th saka 835 atau thn. 913 Masehi, jadi tahun ini raja bali pertama beriusia 1100 tahun. hari ini patut diingat Warmadewa adalah leluhur Sri Udayana atau leluhur Erlangga atau leluhur Sri Naryana Arya
Kresna Kepakisan jadi untuk penghormatan leluhur boleh2saja asal tdk
mengangkat diri jadi raja apalagi sekarang Nusantara adalah berbentuk
republik.Untuk perayaan atau penghormatan atas eksisten beliau di planet
bumi Bali bisa dgn berkunjung ke Tirtaempul, Pura Gunung kawi Gianyar
Goa Gajah,Pura Dalem Blanjong Sanur-Dps maaf tdk bisa semua sebutkan.
jadi perayaannya buat saja satu tahun tanggal dan harinya terserah menurut kesempatan yg ada dan Perayaan terakhir tgl 31 Desember 2013
jadi bersamaan dengan menyambut tahun baru khan meriah….dan jalan
Gajahmada sangat menggembirakan jika diganti namanya dengan jalan Erlangga karena lokasinya tidak jauh dari jalan Udayana jadi secara simbolis raja-raja Bali berdampingan mengajegkan Bali agar orang luar
Bali tidak mudah menipu orang bali seperti perbuatan Gajahmada menipu
Patih Bali hingga bali dapat direbut. saya dpt juga membaca bahwa di Jawa
Barat tdk ada jln Gajahmada kerena nama itu mengingatkan akan kesedihan terjadinya perang bubat yg mana raja Pejajaran dan putrinya terbunuh gara-gara Gajahmada menilai putri pejajaran sebagai upeti untuk raja Majapahit.dengan terbunuhnya putri pejajaran ini Raja Majapahit IV
sangat sedih dan memecat Gajamada dan karena malu gajahmada pergi
dari majapahit tanpa ada yang tahu kemana. Jadi tokoh tersebut namanya
tidak cocok diabadikan di Bali sebagai nama jalan…karena yg tahu sejarahnya menimbulkan rasa pahit dihati.
Hati2 klo bicara masalah sejarah,, apalagi sejarah bali karena terdapat dua sumber utama yaitu usana bali dan usana jawa ,, usana bali adalah sejarah yg sumbernya dari orang bali asli,, usana jawa adalah sejarah yg sumbernya menurut org jawa. Mpu prapanca adalah penulis terkenal dr kerajaan majapahit ,, byk para peneliti yg memakai sumber dr karangan mpu prapanca. Namun tulisannya tidak sesuai dengan kenyataan yg ada.
Sedikit tentang mpu prapanca
Mpu prapanca mengasingkan diri ke bali karena merasa diperlakukan tidak adil di majapahit
Selama dibali belau menulis tentang kerajaan bedahulu,, tulisannya menjelek2an raja sri asta sura