<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PASEMETONAN MAHASISWA HINDU DHARMA UNIVERSITAS WARMADEWA</title>
	<atom:link href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com</link>
	<description>Dharmaning Mahasisya Mahottama</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 05:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pmhdwarmadewa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b05a3567116c0fc5ea8198e15d3d1d0a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>PASEMETONAN MAHASISWA HINDU DHARMA UNIVERSITAS WARMADEWA</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/osd.xml" title="PASEMETONAN MAHASISWA HINDU DHARMA UNIVERSITAS WARMADEWA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MAKNA DAN INTI PERAYAAN HARI RAYA SARASWATI</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2012/01/05/makna-dan-inti-perayaan-hari-raya-saraswati/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2012/01/05/makna-dan-inti-perayaan-hari-raya-saraswati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 05:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka PMHD]]></category>
		<category><![CDATA[Brahma]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Spirituality]]></category>
		<category><![CDATA[Saraswati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[MAKNA DAN INTI PERAYAAN HARI RAYA SARASWATI Hari raya Saraswati adalah hari yang penting bagi umat hindu, khususnya bagi siswa &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2012/01/05/makna-dan-inti-perayaan-hari-raya-saraswati/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=627&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><strong><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/12/saraswati1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-630" title="saraswati" src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/12/saraswati1.jpg?w=317&#038;h=404" alt="" width="317" height="404" /></a></strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>MAKNA DAN INTI PERAYAAN HARI RAYA SARASWATI</strong></em></p>
<p><em>Hari raya <a class="zem_slink" title="Saraswati" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saraswati" rel="wikipedia">Saraswati</a></em> adalah hari yang penting bagi umat hindu, khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan karena Umat <a class="zem_slink" title="Hindu" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hindu" rel="wikipedia">Hindu</a> mempercayai hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia. Hari raya Saraswati diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada hari Saniscara Umanis wuku Watugunung.</p>
<p><span id="more-627"></span></p>
<p>Di hari Saraswati biasanya pagi2 para siswa sekolah sudah sibuk mempersiapkan upacara sembahyang di sekolah masing2, sehabis itu biasanya para siswa melanjutkan sembahyang ke pura2 lainnya. Dan pura yang menjadi paforit adalah pura Jagatnatha yang ada dipusatkota. Di sekolah, di pura, di rumah maupun di perkantoran semua buku, <a class="zem_slink" title="Palm-leaf manuscript" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Palm-leaf_manuscript" rel="wikipedia">lontar</a>, pustaka2 dan alat2 tulis di taruh pada suatu tempat untuk diupacarai.Adamitos pada hari Saraswati tidak diperbolehkan untuk menulis dan membaca lho…</p>
<p><a class="zem_slink" title="Eid ul-Fitr" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eid_ul-Fitr" rel="wikipedia">Hari Raya</a> Saraswati yaitu hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Pada hari itu kita umat Hindu merayakan hari yang penting itu. Terutama para pamong dan siswa-siswa khususnya, serta pengabdi-pengabdi ilmu pengetahuan pada umumnya.</p>
<p>Dalam legenda digambarkan bahwa Saraswati adalah Dewi/ lstri <a class="zem_slink" title="Brahma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brahma" rel="wikipedia">Brahma</a>. Saraswati adalah Dewi pelindung/ pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah dewi Saraswati, kita menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan.</p>
<p>Beliau disimbolkan sebagai seorang dewi yang duduk diatas teratai dengan berwahanakan se-ekor angsa (Hamsa) atau seekor merak, berlengan empat dengan membawa sitar/veena dan ganatri di kedua tangan kanan, tangan kiri membawa pustaka/kitab dan tangan kiri satunya ikut memainkan gitar membawa sitar/veena dan ganatri di kedua tangan kanan, tangan kin membawa pustaka/kitab dan tangan kiri satunya ikut memainkan veena atau bermudra memberkahi.</p>
<p>Makna dan simbol-simbol ini adalah:</p>
<p>1. Berkulit putih, bermakna: sebagai dasar ilmu pengetahuan (vidya) yang putih, bersih dan suci.</p>
<p>2. Kitab/pustaka ditangan kiri, bermakna: Semua bentuk ilmu dan sains yang bersifat se-kular. Tetapi walaupun vidya (ilmu pengetahuan spiritual) dapat mengarahkan kita ke moksha, namun avidya (ilmu pengetahuan sekular jangan diabaikan dulu). Seperti yang dijelaskan Isavasya-<a class="zem_slink" title="Upanishads" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Upanishads" rel="wikipedia">Upanishad</a>: &#8220;Kita melampaui kelaparan dan da-haga melalui avidya, kemudian baru melalui vidya meniti dan mencapai moksha.&#8221;</p>
<p>3. Veena, bermakna : seni, musik, budaya dan suara <a class="zem_slink" title="Om" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Om" rel="wikipedia">AUM</a>. <a class="zem_slink" title="Juga" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Juga" rel="wikipedia">Juga</a> merupakan simbol keharmonisan pikiran, budhi, kehidupan dengan alam lingkungan.</p>
<p>4. Akshamala/ganatri/tasbih di tangan kanan, bermakna: Ilmu pengetahuan spiritual itu lebih berarti daripada berbagai sains yang bersifat secular (ditangan kiri). Akan tetapi bagaimanapun pentingnya kitab-kitab dan ajaran berbagai ilmu pengetahuan, namun tanpa penghayatan dan bakti yang tulus, maka semua ajaran ini akan mubazir atau sia-sia.</p>
<p>5. Wajah cantik jelita dan kemerah-merahan, bermakna: Simbol kebodohan dan kemewahan duniawi yang sangat memukau namun menye-satkan (avidya).</p>
<p>6. Angsa (Hamsa), melambangkan: Bisa me-nyaring air dan memisahkan mana kotoran dan mana yang bisa dimakan, mana yang baik mana yang buruk, walaupun berada di dalam air yang kotor dan keruh maupun Lumpur, (simbol vidya).</p>
<p>7. Merak , bermakna: berbulu indah, cantik dan cemerlang biarpun habitatnya di hutan. Dan ber-sama dengan angsa bermakna sebagai wahana (alat, perangkat, penyampai pesan-pesan-Nya).</p>
<p>8. Bunga Teratai/Lotus, bermakna: bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan bunga yang in-dah walaupun hidupnya di atas air yang kotor.</p>
<p>Upacara pada hari Saraswati, pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai</p>
<p><em>Widhi widhana</em> (<em>bebanten</em> = sesajen) terdiri dari <em>peras daksina, bebanten</em> dan <em>sesayut</em> Saraswati, <em>rayunan putih kuning</em> serta <em>canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku</em> (<em>samba</em> = gelas), air suci bersih dan <a href="http://www.babadbali.com/canangsari/bija.htm"><em>bija</em></a> (beras) kuning.</p>
<p>Pemujaan / permohonan <em>Tirtha Saraswati</em> dilakukan mempergunakan bahan-bahan: air, <a href="http://www.babadbali.com/canangsari/bija.htm">bija</a>, <em>menyan astanggi</em> dan <a href="http://www.babadbali.com/canangsari/bunga.htm">bunga</a>.</p>
<ul>
<li>Ambil setangkai bunga, pujakan <a class="zem_slink" title="Mantra" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mantra" rel="wikipedia">mantra</a>: <em>Om</em><em>, puspa danta ya namah</em>.</li>
<li>Sesudahnya dimasukkan kedalam sangku. Ambil menyan astanggi, dengan <a class="zem_slink" title="Mantra" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mantra" rel="wikipedia">mantram</a> &#8220;<em>Om, agnir, jyotir, Om, dupam samar payami</em>&#8220;.</li>
<li>Kemudian masukkan ke dalam pedupaan (pasepan).</li>
<li>Ambil beras kuning dengan mantram : &#8220;<em>Om, kung kumara wijaya Om phat</em>&#8220;.</li>
<li>Masukkan kedalam <em>sesangku</em>.</li>
<li>Setangkai bunga dipegang, <em>memusti dengan anggaranasika</em>, dengan mantram:</li>
</ul>
<table width="100%" border="1" cellspacing="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="50%"><strong><em>Mantra</em></strong></td>
<td width="50%"><strong><em>Artinya</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><strong><em>Om, Saraswati namostu bhyam Warade kama rupini Siddha rastu karaksami Siddhi bhawantu sadam.</em></strong></td>
<td width="50%">Om, Dewi Saraswati yang mulia dan maha indah,cantik dan maha mulia. Semoga kami dilindungi dengan sesempurna-sempurnanya. Semoga kami selalu dilimpahi kekuatan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Pranamya sarwa dewanca<br />
para matma nama wanca.<br />
rupa siddhi myaham.</em></strong></td>
<td width="50%">Om, kami selalu bersedia menerima restuMu ya para <a class="zem_slink" title="Dewa Province" href="http://maps.google.com/maps?ll=39.0163888889,140.317222222&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=39.0163888889,140.317222222%20%28Dewa%20Province%29&amp;t=h" rel="geolocation">Dewa</a> dan Hyang Widhi, yang mempunyai tangan kuat. Saraswati yang berbadan suci mulia.</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><strong><em>Om</em></strong><strong><em> <a class="zem_slink" title="Nelumbo nucifera" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nelumbo_nucifera" rel="wikipedia">Padma</a> patra wimalaksi<br />
padma kesala warni<br />
nityam nama <a class="zem_slink" title="Saraswat Brahmin" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saraswat_Brahmin" rel="wikipedia">Saraswat</a>.</em></strong></td>
<td width="50%">Om, teratai yang tak ternoda, Padma yang indah bercahaya. Dewi yang selalu indah bercahaya, kami selalu menjungjungMu Saraswati.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ul>
<li>Sesudahnya bunga itu dimasukkan kedalam <strong><em>sangku</em></strong>. Sekian mantram permohonan tirta Saraswati. Kalau dengan mantram itu belum mungkin, maka dengan bahasa sendiripun tirta itu dapat dimohon, terutama dengan tujuan mohon kekuatan dan kebijaksanaan, kemampuan intelek, intuisi dan lain-lainnya.</li>
<li>Setangkai bunga diambil untuk memercikkan tirtha ke pustaka-pustaka dan banten-banten sebanyak 5 kali masing-masing dengan mantram:
<ul>
<li><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Saraswati sweta warna ya namah.</em></strong></li>
<li><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Saraswati nila warna ya namah. </em></strong></li>
<li><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Saraswati pita warna ya namah.</em></strong></li>
<li><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Saraswati rakta warna ya namah.</em></strong></li>
<li><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, Saraswati wisma warna ya namah.</em></strong></li>
</ul>
</li>
<li>Kemudain dilakukan penghaturan (<strong><em>ngayaban</em></strong>) banten-banten kehadapan <strong><em>Sang Hyang Aji Saraswati</em></strong></li>
<li>Selanjutnya melakukan persembahyangan 3 kali ditujukan ke hadapan :
<ul>
<li>Sang Hyang Widhi (dalam maniftestasinya sebagai <strong><em>Çiwa Raditya</em></strong>).</li>
<li>Sang Hyang Widhi (dalam manifestasinya sebagai <strong><em>Tri Purusa</em></strong>)</li>
<li>Dewi Saraswati.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Ucapkan mantra berikut:</li>
</ul>
<table width="100%" border="1" cellspacing="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="48%"><strong><em>Mantramnya</em></strong></td>
<td width="52%"><strong><em>Artinya</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="48%"><strong><em>Om</em></strong><strong><em>, adityo sya parajyote rakte tejo namastute sweta pangkaja madyaste Baskara ya namo namah.<br />
Om, rang ring sah Parama Çiwa Dityo ya nama swaha.</em></strong></td>
<td width="52%">Om, Tuhan Hyang Surya maha bersinar-sinar merah yang utama. Putih Iaksana tunjung di tengah air, Çiwa Raditya yang mulia.<br />
Om, Tuhan yang pada awal, tengah dan akhir selalu dipuja.</td>
</tr>
<tr>
<td width="48%"><strong><em>Om, Pancaksaram maha tirtham, Papakoti saha sranam Agadam bhawa sagare. Om, nama Çiwaya.</em></strong></td>
<td width="52%">Om, Pancaksara Iaksana tirtha yang suci. Jernih pelebur mala, beribu mala manusia olehnya. Hanyut olehnya ke laut lepas.</td>
</tr>
<tr>
<td width="48%"><strong><em>Om, Saraswati namostu bhyam,<br />
Warade kama rupini,<br />
Siddha rastu karaksami,<br />
Siddhi bhawantume sadam.</em></strong></td>
<td width="52%">Om Saraswati yang mulia indah, cantik dan maha mulia, semoga kami dilindungi sesempurna-sempurnanya, semoga selalu kami dilimpahi kekuatan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="48%"></td>
<td width="52%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sesudah sembahyang dilakukan <em>metirtha</em> dengan cara-cara dan mantram-mantram sebagai berikut :</p>
<ul>
<li><em>Meketis</em>3 kali dengan mantram:
<ul>
<li><em>Om</em><em>, Budha maha pawitra ya namah.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Dharma maha tirtha ya namah.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Sanghyang maha toya ya namah.</em></li>
</ul>
</li>
<li>Minum 3 kali dengan mantram:
<ul>
<li><em>Om</em><em>, Brahma pawaka.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Wisnu mrtta.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Içwara Jnana</em>.</li>
</ul>
</li>
<li><em>Meraup</em>3 kali dengan mantram :
<ul>
<li><em>Om</em><em>, Çiwa sampurna ya namah.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Çiwa paripurna ya namah.</em></li>
<li><em>Om</em><em>, Parama Çiwa suksma ya namah</em>.</li>
</ul>
</li>
<li>Terakhir <em>melabahan</em> Saraswati yaitu makan <em>surudan</em> Saraswati sekedarnya, dengan tujuan memohan agar diresapi oleh <em>wiguna</em> Saraswati</li>
</ul>
<p>MAKNA PEMUJAAN KEPADA DEWI SARASWATI.</p>
<p>Pada masyarakat awam bertanya apa maksud menyembah dewa-dewa atau dewi-dewi melalui simbol-simbol atau patung, gambar dan sebagai-nya? Padahal Tuhan hanya satu, kenapa ada ba-nyak dewa atau dewi?</p>
<p>Dewa berasal dari kata&#8221;div&#8221; yaitu sinar/pan-caran. Pengertiannya adalah bahwa Tuhan itu adalah satu, tapi mempunyai aspek-aspek de-ngan pancaran sinar-Nya (Nur Illahi) yang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. ang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Pada saat menciptakan disebut Brahma, saat memelihara disebut Wishnu, dan saat pendaurulang disebut Shiwa, dan sebagainya. Tapi sebenarnya Brahma, Wishnu, Shiva adalah satu (Trimurti).</p>
<p>Paradewa ini mempunyai pendamping (Shak-ti), yaitu: Brahma shakti-Nya Saraswati, Wishnu shakti-Nya Lakshmi dan Shiwa shakti-Nya Parvati (Durga). Disini Dewi Saraswati sebagai aspek Tuhan Yang Maha Esa pada saat menganugrah-kan/munurunkan ilmu pengetahuan (vidya), ke-cerdasan, ucapan, musik, budaya dan seba-gainya. Demikian pula dijabarkan dalam konsep Gayatri yang terdiri dari tiga aspek, yaitu: Saras-wati menguasai ucapan/tutur kata, Gayatri me-nguasai intelek/budhi dan savitri yang menguasai prana/nafas.</p>
<p>Jadi makna pemujaan Dewi Saraswati adalah memuja dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memfokuskan pada aspek Dewi Sa-raswati (simbol vidya) atas karunia ilmu penge-tahuan yang di karuniakan kepada kita semua, sehingga akan terbebas dan avidyam (kebodoh-an), agar dibimbing menuju ke kedamaian yang abadi dan pencerahan sempurna.</p>
<p>Setelah <em>Saraswati puja</em> selesai, biasanya dilakukan <em>mesarnbang semadhi</em>, yaitu semadhi ditempat yang suci di malam hari atau melakukan pembacaan lontar-lontar semalam suntuk dengan tujuan menernukan pencerahan Ida Hyang Saraswati</p>
<p><em>Puja astawa</em> yang disiapkan ialah : <em>Sesayut yoga sidhi</em> beralas <em>taledan</em> dan alasnya daun <em>sokasi</em> berupa nasi putih daging guling, itik, <em>raka-raka sampian kernbang payasan. Sesayut</em> ini dihaturkan di atas tempat tidur, dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Aji Saraswati.</p>
<p>Keesokan harinya dilaksanakan <em>Banyu Pinaruh</em>, yakni <em>asuci laksana</em> dipagi buta berkeramas dengan air <em>kumkuman</em>. Ke hadapan Hyang Saraswati dihaturkan <em>ajuman kuning</em> dan <em>tamba inum</em>. <em>Tamba inum</em> ini terdiri dari air cendana, beras putih dan bawang lalu diminum, sesudahnya bersantap nasi kuning garam, telur, disertai dengan puja mantram:</p>
<ul>
<li><em>Om</em><em>, Ang Çarira sampurna ya namah swaha</em>.</li>
</ul>
<p>Semua ini mengandung maksud, mengambil air yang berkhasiat pengetahuan.</p>
<p>MAKNA DARI PERAYAAN DEWI SARASWATI.</p>
<p>Dari perayaan ini kita dapat mengambil hik-mahnya, antara lain:</p>
<p>1. Kita harus bersyukur kepada Hyang Widhi atas kemurahan-Nya yang telah menganugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan kepada kita semua.</p>
<p>2. Dengan vidya kita harus terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan, kebe-naran sejati (sat) dan kebahagiaan abadi.</p>
<p>3. Selama ini secara spiritual kita masih tertidur lelap dan diselimuti oleh sang maya (ketidak-benaran) dan avidyam (kebodohan). Dengan vidya ini mari kita berusaha untuk melek/eling/bangun dan tidur kita, hilangkan selimut maya, sadarilah bahwa kita adalah atma, dan akhirnya tercapailah nirwana.</p>
<p>4. Kita belajar dan angsa untuk menjadi orang yang lebih bijaksana. Angsa bisa menyaring air, memisahkan makanan dan kotoran walaupun di air yang keruh/kotor atau lumpur. Juga jadilah orang baik, seperti buruk merak yang berbulu cantik, indah dan cemerlang walaupun hidupnya di hutan.</p>
<p>5. Kita masih memerlukan/mempelajari ilmu pengetahuan dan sains yang sekuler, tetapi harus diimbangi dengan ilmu spiritual dengan peng-hayatan dan bakti yang tulus.</p>
<p>6.Laksanakan Puja/sembahyang sesuai de-ngan kepercayaannya masing-masing secara sederhana dengan bakti yang tulus/ihlas, bisa dirumah, kuil, atau pura dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=627&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2012/01/05/makna-dan-inti-perayaan-hari-raya-saraswati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/12/saraswati1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saraswati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hymne PMHD</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/11/03/hymne-pmhd/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/11/03/hymne-pmhd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 10:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info PMHD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Dharmaning Mahasisya Mahottama Niki wenten Carita, Carita…. Pacang kacritayang ring Angga Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Warmadewa Ring Mahawidya Warmadewa Ring &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/11/03/hymne-pmhd/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=613&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dharmaning Mahasisya Mahottama</p>
<p>Niki wenten Carita, Carita….<br />
Pacang kacritayang ring Angga<br />
Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Warmadewa<br />
Ring Mahawidya Warmadewa<br />
Ring Mahawidya Warmadewa</p>
<p>Dharmaning Mahasisya Mahottama<br />
Mantuk ring Jiwa Pramana PMHD<br />
Sane kaajahin ring PMHD<br />
Sane kaatur Ring Jagad Bali<br />
Ring Sri Kesari Warmadewa<br />
Majeng Ring Sang Hyang Widhi Wasa</p>
<p>Reff.<br />
OM Rahajeng Tri Hita Karana<br />
Rahajeng ring Parahyangan<br />
Rahajeng manut Pawongan<br />
Rahajeng ring Palemahan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=613&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/11/03/hymne-pmhd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tirthayatra di Tanah Jawa PMHD UNWAR 2011</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/06/17/tirthayatra-di-tanah-jawa-pmhd-unwar-2011/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/06/17/tirthayatra-di-tanah-jawa-pmhd-unwar-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 09:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang kesekian kalinya, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa menyelenggarakan acara tirthayatra ke tanah Jawa. Rute yang ditempuh sama &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/06/17/tirthayatra-di-tanah-jawa-pmhd-unwar-2011/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=587&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk yang kesekian kalinya, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa menyelenggarakan acara tirthayatra ke tanah Jawa. Rute yang ditempuh sama dengan acara tahun lalu, yakni Pura Agung Blambangan, Pura Giri <a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/06/dsc_00081.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/06/dsc_00081.jpg?w=150&#038;h=102" alt="" title="Dharmaning Mahasisya Mahottama" width="150" height="102" class="alignleft size-thumbnail wp-image-588" /></a>Waseso dan Pura Luhur Giri Selaka, Alas Purwo Tegaldlimo Banyuwangi. Untuk tahun 2011 ini, spt tahun sebelumnya juga dirangkaikan dengan hari ulang tahun PMHD Unwar yang jatuh pada tanggal 11 Juni 2011.Menurut Ketua Panitia acara, Eva Santhi, acara Tirthayatra ini lebih tepat dinamakan Dharmayatra PMHD karena selain acara sembahyang ke Pura-Pura, juga diisi dengan dharma tula, ngayah bersih-bersih dan juga punia kepada pemangku.Lebih jauh Eva menambahkan sebagai organisasi yang berlandaskan Tri Hita Karana, PMHD harus lebih sering berada dalam tataran praktek nyata Tri Hita Karana bukan sekedar omong kosong belaka.Menurut anggota PMHD yang juga mahasiswa Fakultas Kedokteran Unwar ini, peserta dharmayatra yang ikut berjumlah 35 orang terdiri dari anggota dan pengurus, dosen pembina dan alumni PMHD Unwar.Acara dharmayatra ini telah berlangsung dari tanggal 10 Juni sampai dengan 12 Juni 2011 yang lalu.</p>
<p>Apa saja pengalaman para peserta Dharmayatra ke tanah Jawa ini??<br />
Tunggu di tulisan berikutnya&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/587/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=587&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/06/17/tirthayatra-di-tanah-jawa-pmhd-unwar-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/06/dsc_00081.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Dharmaning Mahasisya Mahottama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Raja-Raja Bali Sebelum &amp; Sesudah Majapahit</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/05/15/nama-raja-raja-bali-sebelum-sesudah-majapahit/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/05/15/nama-raja-raja-bali-sebelum-sesudah-majapahit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 19:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka PMHD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Raja2 Bali sebelum Majapahit yang datangnya di dapat berdasarkan prasasti : 1. Çri Keçari Warmadēwa (Saka 835/913M) 2. Çri Ugrasēna &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/05/15/nama-raja-raja-bali-sebelum-sesudah-majapahit/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=581&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/05/destination-bali_besakih_muttertempel.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/05/destination-bali_besakih_muttertempel.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="destination-bali_besakih_muttertempel" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-584" /></a>Raja2 Bali sebelum Majapahit yang datangnya di dapat berdasarkan prasasti :</p>
<p>1. Çri Keçari Warmadēwa (Saka 835/913M)</p>
<p>2. Çri Ugrasēna (Saka 837-864/915-942M)</p>
<p>3. Agni Nripati (Saka 841-875/953-953 M)</p>
<p>4. Tabanēndra Warmadēwa (Saka 877-889/955-967 M)</p>
<p>5. Candrabhaya Singha Warmadēwa (Saka 878-896/956-974M) &#8211;&gt; Pendiri Tirta Empul.</p>
<p>6. Jana Sadhu Warmadēwa (Saka 897/975M)</p>
<p>7. Gunapryadharmapatni-Dharmo</p>
<p>dayana Warmadēwa (Saka 910-933/998-1011M)</p>
<p>Memiliki tiga Putra :<br />
<span id="more-581"></span><br />
a. Airlangga (Kemudian menjadi Raja Kahuripan/Sebelum disebut Kadiri)</p>
<p>b. Marakata</p>
<p>c. Anak Wungsu</p>
<p>8. Çri Adnya Dewi (Saka 933-938/1011-1016M)</p>
<p>9. Marakata Pangkaja Sthana Tunggadēwa (Saka 938-962/1016-1040M)</p>
<p>10. Anak Wungsu (Saka 971-999/1049-1077M)</p>
<p>11. Sakalendu Kirana (Saka 1020-1023/1088-1101M)</p>
<p>12. Suradipa (Saka 1037-1041/1115-1119M)</p>
<p>13. Jaya Çakti (Saka 1055-1072/1133-1150M)</p>
<p>14. Ragajaya (Saka 1077-1092/1155-1170M)</p>
<p>15. Jayapangus (Saka 1099-1103/1177-1181M)</p>
<p>16. Arjaya Deng Jayaketana (Tidak diketemukan tahunnya, namun dari cara penulisan dan isinya diperkirakan antara Jayapangus dengan Ekajayalancana)</p>
<p>17. Ekajayalancana (Saka 1122-1126/1200-1204M)</p>
<p>18. Adhikuntiketana (Saka 1126/1204M)</p>
<p>19. Masula Masuli</p>
<p>20. Pameswara Çri Hyangning Hyang Adhidewalancana (Saka 1182-1208/1260-1286M)</p>
<p>Serangan Prabhu Kerthanegara Raja Singhasari Saka 1208/1286M</p>
<p>Pemerintahan Bali di bawah Singhasari :</p>
<p>1. Kryan Demung Sasabungalan (Saka 1206/1284M)</p>
<p>2. Kebo Parud Makakasir (Saka 1206-1246/1284-1324M)</p>
<p>a. Kedatangan para Arya dan Rohaniwan Kerajaan Singhasari</p>
<p>b. Kedatangan Para Mpu Keturunan Sapta Rsi bersama Bhujangga</p>
<p>Runtuhnya Singhasari, Bali kembali Mandiri :</p>
<p>1. Bethara Çri Maha Guru (Saka 1246/1324M)</p>
<p>2. Çri Walajaya Krethaningrat (Saka 1250-1259/1328-1337M)</p>
<p>3. Asta Sura Ratna Bumi Banten (Saka 1259-1265/1337-1343M)</p>
<p>Serangan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada, bersama masuknya para Arya :</p>
<p>1. Arya Damar (1343-1345M)</p>
<p>2. Arya Kenceng (1343-1345M)</p>
<p>3. Arya Gajahpara (1343-1345M)</p>
<p>Kemenangan akhirnya diperoleh walau pun dengan berbagai trik dan tipu muslihat sebab kalah sakti oleh orang Bali Aga dan Bali Mula.</p>
<p>Pemerintahan Bali oleh Raja yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Bali :</p>
<p>1. Kyayi I Gusti Agung Pasek Gelgel (Saka 1265-1272/1343-1350M)</p>
<p>Pemerintahan Bali oleh Raja (Adipati/sekarang = Gubernur) yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Jawa :</p>
<p>1. Çri Kresna Kapakisan / Adipati Samprangan (Saka 1272-1295/1350-1373M)</p>
<p>Kemudian karena Çri Kresna Kapakisan merasa tidak sanggup memerintah Bali, maka bermaksud ingin meletakkan jabatan dan melapor ke Kota Raja Majapahit.</p>
<p>Akhirnya Gajah Mada mengutus Arya Kepakisan sebagai Patih Agung untuk mendampingi Çri Kresna Kapakisan. Sebab Gajah Mada memahami bahwa rakyat Bali tetap tidak akan mau tunduk kepada Majapahit jika tidak dipimpin oleh bukan orang2 keturunan Bali. Arya Kepakisan adalah keturunan dari Prabu Airlangga (Raja Kahuripan) yang merupakan anak kandung dari Gunapryadharmapatni-Dharmodayana Warmadēwa.</p>
<p>2. Çri Agra Samprangan (Saka 1295/1373M)</p>
<p>3. Çri Smara Kapakisan (Saka 1302-1382/1380-1460M)</p>
<p>4. Dalem Watur Enggong (Saka 1382-1472/1460-1550M)</p>
<p>5. Dalem Bekung (Saka 1472-1502/1550-1580M)</p>
<p>6. Dalem Sagening (Saka 1502-1543/1580-1621M)</p>
<p>7. Dalem Di Made (Saka 1543-1573/1621-1651M)</p>
<p>8. Gusti Anglurah Ketut Karang (Saka 1572-1602/1650-1680M)</p>
<p>9. I Gusti Agung Maruti (Saka 1573-1599/1677-1651M)</p>
<p>10. I Dewa Agung Jambe (Saka 1599-1664/1722-1736M)</p>
<p>11. I Dewa Agung Di Made (Saka 1664-1742/1714-1792M)</p>
<p>12. I Dewa Agung Gde (Saka 1714-1759/1792-1837M)</p>
<p>13. I Dewa Agung Sakti (Saka 1759/1837M)</p>
<p>14. &#8230;..</p>
<p>15. &#8230;.</p>
<p>Dst&#8230; Hingga akhirnya masuknya Penjajahan Belanda</p>
<p>Ulasan lengkapnya lihat di catatan/note di akun saya berjudul &#8220;Puspa Harum Banoa Bangsul&#8221;.</p>
<p>Kembali ke topik.</p>
<p>Yang digunakan untuk mengklaim oleh orang yang mengaku Raja Majapahit yang berasal dari Mojokerto kemudian mengungsi di wilayah Bukit saat ini adalah mengaku dari keturunan Jayasabha. Jayasabha adalah saudara kandung dari Jayabhaya keturunan dari Prabu Airlangga. Namun saya sendiri pernah bertanya dengan maksud menggali informasi, ternyata mereka tidak bisa menunjukkan bukti silsilah (pengelintih) keturunan manakah yang menyebabkan dia ada. Kemudian, kalau tidak salah, yang mengaku Raja Bali Majapahit itu pun diangkat oleh Raja Majapahit yang dari Mojokerto tersebut. Selanjutnya tinggal teman2 simpulkan sendiri&#8230;</p>
<p>Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, saya semata2 mengangkat berdasarkan bukti prasasti berdasarkan sumber2 yang saya temukan.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>1. Salinan Lontar Sari Manik Tuluk Biyu Batur Kintamani</p>
<p>2. Narendra Dev. Pandit Shastri, Sejarah Bali Dwipa 26 Januari 1963</p>
<p>3. Anonim, rangkuman salinan berbagai Lontar Babad </p>
<p>4. Salinan Lontar Babad Mangwi Gedong Kirtya 1039</p>
<p>5. Salinan Lontar “Pamungkah Panamaskarang sakula Gotra Para Arya saking Jawi ikang tumedun ngiring Sira Çri Dalem Cili Kresna Kepakisan” katedunang saking Lontar Prasasti saking Puri Agung Semarapura Klungkung.</p>
<p>6. Sejarah Politik Bali dari abad X sampai dengan pendudukan Kolonial Belanda, oleh I Made Dwi Putra Sanjaya, S.Sos, MIB. 8 April 2003.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=581&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/05/15/nama-raja-raja-bali-sebelum-sesudah-majapahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/05/destination-bali_besakih_muttertempel.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">destination-bali_besakih_muttertempel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMA 4 Denpasar Berjaya</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/sma-4-denpasar-berjaya/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/sma-4-denpasar-berjaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 22:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info PMHD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Unwar, Sabtu (19/2) lalu mengadakan Gebyar PMHD ke-4 di kampus Unwar. Di ajang seni dan &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/sma-4-denpasar-berjaya/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=570&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_571" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/piala.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/piala.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="piala" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-571" /></a><p class="wp-caption-text">Deretan Piala Gebyar PMHD IV</p></div>Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Unwar, Sabtu (19/2) lalu mengadakan Gebyar PMHD ke-4 di kampus Unwar. Di ajang seni dan budaya ini SMA 4 Denpasar (Foursma) tampil sebagai juara umum dan berhak atas piala bergilir Rektor Unwar.</p>
<p>Ketua PMHD A.A. Indra Prasetya didampingi Ketua Panitia Ade Rama Saputra mengungkapkan, Gebyar PMHD ke-4 Unwar menggandeng Pemkot Denpasar. Tahun ini Gebyar PMHD dirangkaikan dengan HUT ke-19 Pemkot Denpasar.<br />
<span id="more-570"></span><br />
Gebyar PMHD diikuti siswa SMA/SMK se-Bali meliputi lomba pidato bahasa Bali, lomba lagu pop Bali, nyurat lontar aksara Bali, Utsawa Dharma Gita, tari Teruna Jaya dan karikatur.</p>
<p>Gebyar PHMD Unwar kali ini memperebutkan piala tetap Wali Kota dan piala bergilir Rektor Unwar. Piala bergilir Rektor Unwar berupa Naga Bhuana ini diraih SMAN 4 Denpasar setelah sukses meraih empat juara I. Di lomba pidato bahasa Bali juara I SMAN 2 Mengwi, juara II SMAN 7 dan juara III SMAN Kutsel.</p>
<p>Lomba karikatur SMAN 4 meraih juara I dan II, sedangkan juara III SMAN 2 Kuta. Lomba tari juara I dan II diraih SMAN 4 Singaraja, juara III SMAN 4 Denpasar. Utsawa Dharma Gita juara I (SMAN 4 Denpasar), juara II (SMAN 2 Kuta), juara III (SMAN 5 ). Lomba pop Bali putri SMAN 4 Denpasar memboyong juara I, II dan III. Di kelompok putra SMAN 4 meraih juara I dan II, juara III jatuh ke SMAN 2 Mengwi. Lomba nyurat lontar aksara Bali juara I, II dan III masing-masing diraih SMAN 1 Gianyar, SMAN 5, SMA PGRI 4 Denpasar.</p>
<p>Rektor Unwar Prof. Made Sukarsa usai menyerahkan piala dan hadiah mengatakan, aktivitas PMHD ini sangat kreatif karena banyak mentransfer spirit Sri Kesari Warmadewa sebagai upaya mengajegkan Bali. Transfer spirit ini membuat semua insan akademik di Unwar untuk jujur dan transparan sudah mulai menampakkan hasilnya.</p>
<p>Ia memuji mahasiswa Unwar tampil kompak. Bahkan, terjalin ikatan mahasiswa Hindu antarperguruan tinggi di Bali melalui media berkesenian. Untuk itu perlu dijaga hubungan baik Pemkot dan Unwar mendatang.</p>
<p>Wali Kota Denpasar diwakili Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik saat membuka acara ini mengacungkan jempol atas kreativitas PMHD Unwar. Agenda ini sesuai dengan visi membangun Pemkot Denpasar yang berwawasan budaya.</p>
<p>Sekolah sebagai pusat budaya, katanya, adalah strategi Pemkot Denpasar dalam mengembangkan seni budaya di kalangan para siswa. Sekaligus sebagai ajang evaluasi keterampilan yang dikembangkan di sekolah. Sebab, pembangunan nilai seni dan budaya harus disinergikan dengan akademik. Sehingga remaja ikut ambil peran dalam suasana kondusif di Denpasar. (025)</p>
<p>***Dikutip dari berita Bali Post tanggal 21 Pebruari 2011, hal.7</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=570&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/sma-4-denpasar-berjaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/piala.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">piala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Astabrata Kepemimpinan Ala Hindu</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/astabrata-kepemimpinan-ala-hindu/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/astabrata-kepemimpinan-ala-hindu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 10:23:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: I DEWA PUTU SUMANTRA DALAM RANGKA DIKLAT ASTA BRATA IV DISELENGGARAKAN OLEH PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA (PMHD) UNIVERSITAS WARMADEWA &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/astabrata-kepemimpinan-ala-hindu/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=567&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_575" class="wp-caption alignleft" style="width: 118px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/astabrata.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/astabrata.jpg?w=108&#038;h=150" alt="" title="astabrata" width="108" height="150" class="size-thumbnail wp-image-575" /></a><p class="wp-caption-text">Asta Brata Kepemimpinan Hindu</p></div>OLEH:<br />
I DEWA PUTU SUMANTRA</p>
<p>DALAM RANGKA DIKLAT ASTA BRATA IV<br />
DISELENGGARAKAN OLEH PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA (PMHD) UNIVERSITAS WARMADEWA<br />
BERTEMPAT DI WANTILAN PURA SAKENAN DENPASAR<br />
TANGGAL 5 – 7 NOPEMBER TAHUN 2010</p>
<p>Om Swastyastu Namo Siwa-Budhaya,<br />
Om Awignam Astu Namo Siddham.</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>	Puja dan puji dipanjatkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi, karena atas restu dan karunia Beliau, tulisan singkat ini dapat dirampungkan meskipun isinya masih sangat jauh dari sempurna.<br />
	Tulisan ini dibuat untuk memenuhi permintaan dari Panitia pelaksana Diklat Kepemimpinan Asta Brata V PMHD Unwar, guna mengisi acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan Asta Brata yang dimaksud. Tulisan ini diberi judul “Asta Brata” Kepemimpinan Ala Hindu yang disesuaikan dengan topik dari kegiatan ini dan sangat mirip dengan tulisan yang dibawakan pada diklat sebelumnya. Secara singkat isi dari tulisan ini memuat pokok-pokok pikiran tentang kepemimpinan terutama yang dimuat dalam ajaran Asta Brata. Tentu dalam menyadur dan mengartikan ajaran mulia ini masih sangat jauh dari ‘baik’ apalagi ‘sempurna’, hal ini sepenuhnya dikarenakan keterbatasan penulis sendiri yang belum paham secara mendalam akan ajaran ini, tapi minimal untuk pengetahuan awal mengenai ajaran Asta Brata, tulisan sederhana ini dapat dimaklumi.<br />
	Demikian kata pengantar tulisan ini, semoga ada manfaatnya.</p>
<p>Penulis  </p>
<p>I.	PENDAHULUAN</p>
<p>Seperti kita ketahui bahwa aneka ragam aktivitas dan kegiatan yang dilakukan dalam suatu komunitas atau organisasi apa saja yang melibatkan banyak orang, sudah pasti tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, yang satu sama lainnya saling terjalin, saling mempengaruhi secara kompleks, rumit dan rentan dalam usaha mencapai tujuan bersama. Dengan mengetahui sifat hubungan yang kompleks, rumit dan rentan ini sangatlah diperlukan tampilnya seseorang untuk menengahi, membimbing, mengarahkan dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Seseorang itu lasim disebut Pemimpin.<br />
Begitu pentingnya seorang pemimpin yang mampu memfasilitasi dan memberikan solusi dalam penyelesaian masalah, memajukan organisasi yang dipimpinya, dan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan anggota organisasinya. Akan tetapi sesungguhnya kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri, serta setiap orang perlu dan harus memiliki jiwa kepemimpinan.<br />
	Secara umum orang yang melaksanakan kepemimpinan terdiri dari dua jenis yaitu Pemimpin dan Pimpinan. Yang dimaksud Pemimpin adalah orang yang dihormati karena kemampuan individunya yakni berpengetahuan tinggi, orang yang “dituakan” karena dewasa, arif dan bijaksana, dan orang yang mampu mengayomi, dipercaya, disegani, panutan, dan dituruti kata-katanya.<br />
	Sedangkan Pimpinan adalah orang yang didudukkan dalam suatu jabatan dalam organisasi karena mampu menjalankan organisasi, berjasa, mempunyai waktu dan tingkat pengabdian yang tinggi, dan memiliki kewenangan administratif.<br />
Perlu diketahui bahwa Asta Brata Kepemimpinan Ala Hindu ini bukanlah sebuah petunjuk pelaksana pemimpin, melainkan adalah sebuah pedoman yang mesti diikuti oleh seorang pemimpin untuk mengatur rencana, sikap dan strategi dalam suatu kegiatan beserta pemecahan permasalahan-permasalahannya, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dan aspek kepemimpinan ini amatlah luas, namun yang diuraikan di sini hanyalah sebagian kecil dan dasar dari aspek kepemimpinan ala Hindu yang dipetik dan dihimpun dari ajaran Asta Brata, serta diramu sedikit dengan artikel-artikel yang bernuansa kepemimpinan secara Hindu. Aspek-aspek yang dimaksud meliputi; Pengertian Kepemimpinan, Fungsi, Ciri dan Pola Kepemimpinan, dan Kepemimpinan  Hindu.<br />
<span id="more-567"></span><br />
II.	PENGERTIAN KEPEMIMPINAN<br />
  Kepemimpinan berasal dari kata ‘pemimpin’ yang berarti orang yang mampu mengorganisasikan kegiatan dan mampu mempengaruhi orang-orang lain atau komunitas dalam upaya mencapai tujuan bersama. (Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakoso). Sedangkan Kepemimpinan (Leadership) adalah suatu usaha mempengaruhi orang lain / anggota organisasi agar mereka mau mengembangkan kemampuannya ke arah yang lebih baik dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Prof. Dr. Widnyana).<br />
Jadi pengertian kepemimpinan dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :<br />
•	Suatu seni, kesanggupan atau teknik untuk membentuk kelompok, dan orang-orang yang dipimpinnya<br />
        mau dan dengan senang hati melaksanakan segala yang diperintahkan oleh pemimpinnya;<br />
•	Kecakapan mempengaruhi orang lain / anggota dan menentukan arah tujuan tertentu yang dilakukan<br />
        secara manusiawi;<br />
•	Kepemimpinan itu akan lebih baik dan obyektif dalam mencapai tujuan apabila dipimpin oleh orang yang<br />
        memiliki bakat memimpin. </p>
<p>III. FUNGSI, CIRI DAN POLA KEPEMIMPINAN<br />
1.  Fungsi Kepemimpinan<br />
a.	Mengarahkan orang lain / organisasi ke arah yang lebih baik untuk mencapai tujuan bersama;<br />
b.	Mengembangkan serta menyalurkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat;<br />
c.	Mengembangkan suasana yang obyektif  bagi orang-orang yang dipimpinnya;<br />
d.	Mengusahakan terjadinya perangkuman pendapat (mediasi) dengan sikap saling menghargai;<br />
e.	Membantu menyelesaikan suatu masalah, dan mencarikan solusi penyelesaiannya;<br />
f.	Mempelopori usaha-usaha yang kreatif positif.</p>
<p>2.  Ciri-ciri Kepemimpinan<br />
a.	Memiliki kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual yang baik;<br />
b.	Percaya pada diri sendiri;<br />
c.	Ramah, cakap dan pandai bergaul serta menyenangkan hati;<br />
d.	Aktif, kreatif, inisiatif, optimis dan positif;<br />
e.	Memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidangnya;<br />
f.	Sabar dan emosinya stabil;<br />
g.	Semangat mengabdi dan jujur;<br />
h.	Rendah hati, sederhana dan dapat dipercaya;<br />
i.	Berani mengambil keputusan dan bertanggungjawab;<br />
j.	Adil dan bijaksana;<br />
k.	Desiplin, berpengetahuan dan berpandangan luas;<br />
l.	Sehat jasmani dan rohani.</p>
<p>3.	Pola atau Tipe Kepemimpinan<br />
Secara umum ada beberapa pola atau tipe kepemimpinan yang dipakai mengendalikan atau menjalankan roda organisasi / kelompok, yaitu pola Otokrasi, Meliterisme, Paternalisme, Demokrasi, dan Kharismatisme. Hal-hal yang menonjol dari masing-masing pola / tipe kepemimpinan tersebut adalah :<br />
a.	Pola Otokrasi, bersifat otokratis yaitu menganggap organisasi yang dipimpin adalah milik pribadinya<br />
        (otoriter);<br />
b.	Pola Meliterisme, bersifat meliteristis yaitu penggunaan sistem perintah atau komando yang lebih<br />
        menonjol, perintah tidak boleh dibantah;<br />
c.	Pola Paternalisme, bersifat paternalistis yaitu menganggap anggota atau bawahan adalah orang yang<br />
        tidak tahu apa-apa dan belum dewasa;<br />
d.	Pola Kharismatisme, bersifat kharismatik yaitu menganggap bahwa seorang pemimpin  mempunyai<br />
        kekuatan gaib (Supranature Power);<br />
e.	Pola Demokrasi, bersifat demokratis yaitu menempatkan seorang pemimpin pada posisi yang sangat<br />
        mulia dan terhormat.</p>
<p>IV. KEPEMIMPINAN ALA HINDU<br />
	Dalam konteks Hindu sebagai sebuah teori kebenaran (agama), terdapat banyak pengetahuan hakiki yang mengandung nilai filsafat, dan kemudian menjadi tuntunan serta pedoman dalam menapak segala aspek kehidupan di bumi ini. Tentu, dalam hal ini yang paling beruntung adalah manusia, karena konon manusia yang paling cerdas di antara mahluk ciptaan Tuhan serta dapat memanfaatkan semua anugrah yang berupa tuntunan dan pedoman hidup ini, yang sekaligus mampu mengatur, mengendalikan, termasuk ‘mempermainkan’ alam dan kehidupan ini dengan segala kesombongan serta keserakahannya.<br />
	Dalam ajaran Hindu, banyak sekali terdapat tuntunan yang merupakan rambu dalam tatanan kehidupan agar tercapainya kedamaian yang dipakai oleh para peminpin Hindu, seperti Kepemimpinan Tri Kaya Parisudha, Panca Me, Sila-sila, Asta Brata, Asta Dasa Paramiteng Prabhu, Panca Stiti Dharmaing Prabhu, dan lain sebagainya.<br />
	Namun sesungguhnya kepemimpinan itu harus dimulai dari diri sendiri, setiap orang wajib melaksanakan kepemimpinan itu, lebih-lebih bagi seorang pejabat atau orang yang berpredikat sebagai pemimpin maupun pimpinan, seperti kutipan yang mengawali  Asta Brata berikut ini,<br />
Nihan kramani dening angdani rat, awakte rumuhun warah ring hayu<br />
Telaste mapageh magem agama, teke rikang amatya mantra tumut.<br />
Arti bebasnya<br />
Beginilah seharusnya tata krama seorang pemimpin dalam menjaga kelestarian jagat. Dirimu sendirilah terlebih dahulu dinasihati dengan nilai-nilai kebenaran / agama.<br />
Setelah dirimu mengerti akan kebenaran, dan melaksanakan kebenaran itu, niscaya bawahan dan masyarakatmu akan percaya dan mengikuti perintahmu.</p>
<p>Prayatna ring ulah atah ngwang prabhu, maweha tuladan tiruning sarat<br />
Yaning salah ulah sasar rat kabeh, pananda pada sang mawang rat tinut<br />
Arti bebasnya<br />
Seorang pemimpin harus hati-hati bertingkah laku, agar memberi teladan yang benar untuk ditiru oleh anggota / masyarakat.<br />
Apabila salah berperilaku, maka kacaulah masyarakat dan dunia ini, karena sang pemimpin akan ditiru oleh masyarakat.<br />
	Dalam tuntunan kepemimpinan berdasarkan teori Asta Brata yang bersumber dari kakawin atau Epos Agung Ramayana. Kalau tidak salah, tiga moment penting dalam wiracarita itu menyinggung serta menjelaskan tentang ajaran kepemimpinan Asta Brata, dan itu berarti bahwa betapa penting dan luhurnya ajaran ini.<br />
	Secara jelas diceritakan ketika Sang Barata, adik tiri dari Sang Ramadewa datang menghadap kakandanya yang sedang ‘ngalas’ karena mengalah dari perebutan jabatan raja. Dan Sang Barata memohon agar Sang Rama sudi kembali ke Ayodiapura untuk menjadi raja, karena Barata yang dipaksakan oleh ibundanya Dewi Kekayi untuk menjadi raja merasa tidak mampu.<br />
	Nah, di sini Sang Ramadewa menunjukkan keagungan dan kebijaksanaannya, berpesan agar Barata mau mengikuti kehendak ibundanya sebagai wujud bakti terhadap orang tua, dan beliau menganugrahkan nasihat kepada adiknya, bahwa dalam memangku jabatan sebagai pemimpin ia harus menganut sifat-sifat dewata agar sukses dan dihormati. Ajaran nasihat itu diberi nama ‘Asta Brata’ yaitu delapan sifat dewa yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan taat.<br />
	Ajaran ini juga tersirat ketika Sang Gunawan Wibisana merasa ragu saat ditunjuk menjadi raja di Alengkapura oleh Sri Rama setelah Prabhu Rahwana kalah, karena yang akan dipimpinnya adalah para raksasa. Di sini nasihat dan petuah ‘Asta Brata’ dari Sri Rama memantapkan hatinya untuk menjadi raja, karena ia yakin Asta Brata yang merupakan sifat-sifat dewata ‘Daiwi Sampath’ akan mampu mengatasi sifat-sifat raksasa yaitu ‘Ashuri Sampath’.<br />
	Nuansa Asta Brata juga terlihat ketika Sang Gunawan Wibisana sambil menangis sedih ‘membesuk’ kakaknya yang sekarat terjepit dua bukit karena dihukum dewata setelah dikalahkan dalam perang oleh Sang Rama Dewa dengan pasukan keranya. Dalam nasihatnya, Sang Gunawan Wibisana mengkritik kakaknya yang dalam menjalankan kepemimpinan sebagai raja Alengkapura, selalu bersikap angkuh, sombong, otoriter, selalu mencari pembenaran pribadi, dan jauh dari nilai-nilai kebenaran sejati (agama).<br />
	Kemudian dia menyiratkan pola kepemimpinan yang dianut oleh Sang Rama Dewa, di mana beliau terkenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, dihormati, dan dicintai oleh rakyatnya serta disayangi oleh para dewata. Pola kepemimpinan yang dijalankan oleh beliau dengan mencontoh delapan sifat-sifat dewata yang disebut dengan Asta Brata, seperti kutipan berikut ini;<br />
Lawan sire kinonaken katwange, apan hana bethara mungwing sire<br />
Wolung hyang apupul yariawak sang prabhu, dumeh sire maha prabhawa sama.<br />
Arti bebasnya<br />
Beliau Sang pemimpin yang agung patut dihormati, karena ada dewata yang mengayomi beliau.<br />
Delapan Dewata berkumpul di jiwa beliau, itu sebabnya beliau sangat beribawa dan disegani.<br />
Hyang Indra, Yama, Surya, Candra, Nila, Kuwera, Baruna, Gni nahan Wolu.<br />
Sire tamake angge sang Bhupati, matang nire ninisti Asta Brata.<br />
Arti bebasnya<br />
Hyang Indra, Yama, Surya, Candra, Bayu, Kuwera, Baruna, Agni itu lengkap ada delapan jumlahnya.<br />
Kedelapan dewata tersebut adalah jiwa sang pemimpin, dan itu berarti sang pemimpin  (pasti) melaksanakan asta brata.</p>
<p>		Kedelapan dewata beserta sifat beliau yang termasuk dalam ajaran Asta Brata tersebut adalah sebagai  berikut :<br />
1.	Brata Hyang Indra, beliau adalah dewa hujan, menciptakan air, air kehidupan dan memberikan kesejukan bagi mahluk di alam ini, di samping itu air selalu mengalir ke tempat lebih rendah yang menunjukkan bahwa sifat rendah hati serta mengayomi rakyat kecil, air berasal dari bawah kemudian naik ke angkasa berupa uap bersatu dalam bentuk mendung, lalu turun lagi dalam bentuk hujan.<br />
	Seorang pemimpin harus sadar bahwa ia berasal dari rakyat, ketika berkuasa dia harus benar-benar mengabdi demi kepentingan rakyat yang dipimpinnya, sebab suatu saat dia pasti akan kembali lagi sebagai rakyat. Juga kalau diperhatikan, putaran kucuran air pancuran di telaga selalu berputar ke kanan, itu bermakna baik (kanan) bahwa seorang pemimpin harus berpikir, berkata, dan berbuat yang positif. Air juga mampu membersihkan dan mensucikan noda-noda dunia.<br />
	Namun di balik itu air juga menyimpan kekuatan yang maha dahsyat, mampu menghempaskan dan menghanyutkan apa saja, ingat Dwarawati negaranya Prabhu Kresna musnah karena (air bah) banjir, ingat pula Aceh, Wasior dan tempat-tempat lainnya yang diluluhlantakkan oleh air.<br />
2.	Brata Hyang Yama, beliau adalah seorang Hakim Agung yang selalu menjatuhkan hukuman bagi orang yang bersalah dan pelaku kejahatan, lebih-lebih kejahatan yang sampai membuat rusak alam beserta kehidupan ini. Segala bentuk kejahatan dan eksploitasi terhadap hidup dan kehidupan ini selalu dihukumnya secara adil sesuai perbuatannya (karma-pahala). Beliau amat tegas dan tidak pandang bulu, tidak tebang pilih dalam menjalankan tugas (menghukum).<br />
3.	Brata Hyang Surya, adalah sinar dan penerangan dalam kehidupan ini. Dengan sinarnya beliau mengisap air yang diciptakan oleh Hyang Indra secara perlahan dan mengubahnya menjadi energi kehidupan bagi semua mahluk. Beliau adalah saksi dari segala perbuatan manusia. Di samping itu beliau sangat taat akan waktu dan tepat waktu (on time), dan tidak pernah berhenti ‘bekerja’ menyinari alam sepanjang waktu. Seorang pemimpin harus mampu berperilaku seperti matahari serta menjadi inspirasi, energi untuk memotivasi dan menjadi contoh desiplin kepada bawahannya.<br />
4.	Brata Hyang Candra (Rembulan), sikap dan penampilan cahaya beliau yang halus dan menyejukkan dengan senyum yang amat manis, begitu teduh bak tersiram air surgawi bagi yang menikmati sinarnya. Di samping itu dengan kelemahlembutan sinar beliau mampu memberi penerangan dan tuntunan bagi orang yang sedang tersesat dalam kegelapan. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan kesejukan dan kenyamanan suasana, mampu memberi tuntunan dan pencerahan bagi orang sedang khilaf.<br />
5.	Brata Hyang Bayu, ibarat angin beliau ada di mana-mana dan selalu mengawasi keadaan demi ketentraman kehidupan mahluk dan alam semesta ini. Di samping itu beliau adalah nafas kehidupan bagi semua mahluk hidup. Seorang pemimpin yang baik harus selalu waspada, tahu keadaan yang sebenarnya, dan mengerti kebutuhan-kebutuhan dasar rakyatnya sehingga pemimpin ibarat nafas bagi rakyat. Tetapi apabila Sang Bayu murka, apapun tidak mampu menahan tiupan beliau. Ingat El Nino atau puting beliung yang mampu menghancurkan serta menerbangkan pohon-pohon dan rumah-rumah besar.<br />
6.	Brata Hyang Kuwera, beliau menyiapkan segala macam makanan, minuman dan kesenangan. Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi mahluk adalah tujuan beliau dengan menyediakan sandang pangan dan papan serta keindahan untuk dinikmati oleh semua mahluk hidup. Seorang pemimpin harus mampu memberikan kesejahteraan, kesenangan, dan kebahagiaan kepada rakyat. Tidak boleh egoistis, maunya enak sendiri dengan menelantarkan rakyat, itu perilaku korup namanya sebab rakyat berhak juga menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan.<br />
7.	Brata Hyang Baruna dengan senjata saktinya yang bernama Naga Pasa, beliau selalu mengikat kejahatan agar tidak sampai berkeliaran, mengikat niat-niat jahat agar tidak sampai membuat kejahatan yang dapat membahayakan dunia ini. Seorang pemimpin harus selalu waspada, tidak lengah, dan bertindak preventif terhadap hal-hal yang membahayakan. Bukankah tindakan pencegahan jauh lebih bijaksana daripada penyelesaian masalahnya, karena lebih efektif dan efisien.<br />
8.	Brata Hyang Agni, beliau adalah dewa api yang mampu menghanguskan kejahatan. Setiap kejahatan adalah musuh yang harus dibakar dan dihanguskan, tidak ada kejahatan yang mampu menahan panas api beliau. Di samping itu beliau memiliki semangat yang tinggi dan berwawasan luas, ibarat kobaran api selalu membubung ke atas dan asapnya menyebar di angkasa. Spirit dewa api harus diteladani oleh sorang pemimpin, harus tegas terhadap kejahatan bila perlu dimusnahkan. Selalu bersemangat dan memiliki wawasan yang luas, caranya tentu dengan banyak belajar.</p>
<p>	Demikianlah hendaknya perilaku seorang pemimpin, ia selalu mengutamakan kemuliaan dengan mencontoh dan mengamalkan sifat-sifat kedelapan dewata tersebut. Pemimpin yang bijaksana akan malu dan merasa tidak berguna bila tidak mampu menjalankan negaranya/organisasinya serta mengayomi dan membahagiakan hati rakyatnya. Dia akan selalu berusaha menyenangkan hatinya sendiri dengan jalan mengabdi dengan tulus ‘melayani’ rakyatnya (mengawe sukane wong len) sehingga rakyat yang dilayaninya menjadi bahagia. Ibarat manik, intan, atau mutiara, permata pada cincin emas yang indah, dapat menyenangkan hati pemakai dan yang memandanginya. </p>
<p>V.  PENUTUP<br />
	Sebagai seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, tuntunan teori/ajaran Asta Brata ini tentu dapat dipahami atau minimal sebagai ilham/inspirasi serta sedapat mungkin diaplikasikan secara riil dalam aktivitasnya di suatu komunitas  atau organisasi apapun, sepanjang kita mau dan mampu memaknai ajaran luhur tersebut.<br />
	Tambahan pengetahuan ini sudah pasti akan sangat bermanfaat terutama dalam tugas kita sebagai pemimpin atau pimpinan, minimal untuk memimpin diri sendiri. Semoga.</p>
<p>Bahan Bacaan<br />
Ric Estrada (Alih Bahasa : Tatang Setia M.), Kepemimpinan Dalam Konperensi (Confrence<br />
		     Leadership), Jakarta : 1982<br />
Simanhadi Widyaprakoso, Kepemimpinan (Materi Diklatsar Metodologi P2M Univ. Jember)<br />
Widnyana, Kepemimpinan dan Sosiologi Pedesaan (Materi Pembekalan KKN Unwar 88/89)<br />
______________, Kakawin Ramayana, (Proyek Terjemahan: Dinas P&amp;K Prop.Bali 1986)<br />
______________, Majalah, Koran, dan sumber lain yang terkait.</p>
<p>BEBERAPA HAL YANG JUGA PERLU DIPERHATIKAN<br />
TAHU DIRINYA TAHU…..TIDAK TAHU DIRINYA TAHU<br />
TAHU DIRINYA TIDAK TAHU….TIDAK TAHU DIRINYA TIDAK TAHU<br />
•	Seseorang yang cerdik cendekiawan, tahu dan menyadari dirinya berpengetahuan tinggi, kepada orang<br />
        itulah kita patut bertanya dan minta nasihat (berguru).<br />
•	Bertemu dengan orang yang tidak menyadari dirinya cerdas, pintar, dan berpengetahuan, ingatkanlah<br />
        kepadanya bahwa di dalam dirinya tersimpan potensi luar biasa yang bermanfaat bagi umat manusia.<br />
•	Hormatilah orang yang tahu dirinya bodoh dan mengakui kebodohannya, karena orang tersebut adalah<br />
        orang jujur.<br />
•	Berhadapan dengan orang yang bodoh tapi sok tahu, atau orang pintar yang pura-pura bodoh,<br />
        menjauhlah dari orang tersebut wahai putra Pandu, karena orang tersebut sangat berbahaya serta<br />
        menjadi sumber bencana bagi hidup dan kehidupan ini. (Bhagawadghita).</p>
<p>Puri, pura, para, purana, puruhita<br />
(Konsep Kepemimpinan A.A. Ngr. Gede Kusuma Wardana)</p>
<p>•	Seorang pemimpin yang ingin rakyat dan negaranya aman sentosa hendaknya melaksanakan P-5 dan mengembangkannya secara harmonis. P-5 tersebut adalah : Puri, Pura, Para, Purana, dan Parempuan. Puri artinya benteng kerajaan (negara) dan istana raja sebagai pusat kepemimpinan, karena di sana ada raja (pemimpin). Pura adalah benteng keyakinan, spiritual, kepercayaan terhadap yang maha segalanya. Para adalah bawahan yang menjunjung pemimpin, rakyat yang dianggap saudara (para semeton). Purana adalah benteng moral, karena memuat segala aturan, norma dan hukum yang berlaku serta dijalankan dengan baik, adil dan bijaksana. Dan yang terakhir adalah Puruhita. Sebagai manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan, seorang pemimpin harus menyadari betapa pentingnya sebuah nasihat. Tentu nasihat yang dapat memberikan solusi yang baik ketika mengalami masalah. Nasihat ini biasanya datang dari kaum arif bijaksana seperti para Rsi, para Empu, Begawan sebagai penasihat raja (Bagawanta). Janganlah malu dan merasa diri hina minta nasihat kepada siapapun, karena nasihat tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan keputusan yang sebaik-baiknya. Keharmonisan hubungan Pimpinan (Puri), Tuhan (Pura), Rakyat (Para), Norma, Hukum (Purana), dan Orang Bijak (ParaEmpuan) niscaya akan menciptakan negara yang aman sentosa (gemah ripah loh jinawe).<br />
Seorang Raja (Puri) sebagai pusat kepemimpinan, senantiasa mengadakan hubungan baik dengan Tuhan (Pura) dan rakyatnya (Para). Dalam menjalankan kepemerintahan serta menjaga keharmonisan hubungan ini, pemimpin (raja) berpedoman kepada purana yang memuat segala macam aturan demi keamanan dan ketertiban dalam segala hal. Pemimpin yang mempunyai kewenangan dalam mengelola negara dan rakyat, ia harus didampingi oleh seorang yang arif bijaksana (Parempuan) sebagai penasehat, agar sebelum mengambil suatu keputusan yang menentukan nasib bangsa dan negara, harus sudah melalui pertimbangan dan kajian yang mendalam untuk menghindari kesalahan yang fatal dan terkesan sewenang-wenang atau raja lalim. Kalau ini dapat dijalankan dengan baik (berputar ke kanan) akan menimbulkan bentuk swastika sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan, dari sini akan tercipta rasa cinta negeri, bela negara dengan nasionalisme yang tinggi.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=567&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/astabrata-kepemimpinan-ala-hindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/astabrata.jpg?w=108" medium="image">
			<media:title type="html">astabrata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKTUALITAS MAKNA AJARAN SIWARATRI</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/aktualitas-makna-ajaran-siwaratri/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/aktualitas-makna-ajaran-siwaratri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 09:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sesuluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: I DEWA PUTU SUMANTRA DALAM RANGKA DHARMA TULA DISELENGGARAKAN OLEH PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA (PMHD) UNIVERSITAS WARMADEWA BERTEMPAT DI &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/aktualitas-makna-ajaran-siwaratri/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=564&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH:<br />
I DEWA PUTU SUMANTRA</p>
<p>DALAM RANGKA DHARMA TULA<br />
DISELENGGARAKAN OLEH PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA (PMHD) UNIVERSITAS WARMADEWA<br />
BERTEMPAT DI WANTILAN KAMPUS UNWAR<br />
TANGGAL 3 JANUARI TAHUN 2011</p>
<p>Pengantar</p>
<p>	Paper kecil ini ditulis untuk dibawakan pada acara “Dharma Tula” serangkaian dengan perayaan Siwa Ratri di kampus Unwar pada hari Senin, 3 Januari 2011. Tulisan ini diberi judul “Aktualitas Makna Ajaran Siwa Ratri”. Karena pentingnya pancingan terhadap generasi muda pada masalah budaya dan agama, maka saya sejenak melupakan kebodohan saya, dan dengan kerendahan hati mencoba menyusun paper ini yang sudah tentu hasilnya sangat keruh dan kacau.balau Untuk itulah saya mohon permakluman kepada para sujana yang berkompeten di bidang ini. Terimakasih.</p>
<p><span id="more-564"></span><br />
1. Pendahuluan</p>
<p>	Pada umumnya pelaksanaan hari raya agama Hindu dilakukan dalam bentuk ritual keagamaan yang berlaku berdasarkan sistem masyarakat adat di mana ritual tersebut dilaksanakan. Namun jangan berhenti pada ritual itu saja, hendaknya dilanjutkan dengan penggalian filosofis dan makna aktual dari proses ritual tersebut. Sebab agama Hindu dalam pengajaran dan penerapan ajaran agama, juga melalui simbol-simbol semiotika yang harus digali mengenai ajaran yang tersembunyi tersebut agar mendapatkan makna logis untuk disepakati dan diterapkan bersama. Termasuk juga perayaan Siwa Ratri ini.<br />
	Secara garis besar ajaran Siwa Ratri ini bersumber dari empat sumber yaitu Skanda Purana, Garuda Purana, Siva Purana, dan Padma Purana. Skanda Purana bercerita tentang percakapan Lomasa dengan para Rsi yang menceritakan kejahatan Si Canda yang membunuh segala mahluk bahkan brahmana, namun akhirnya ia sadar dan mengerti tentang kebenaran melalui ajaran Siwa Ratri. Garuda Purana menceritakan tentang jawaban Siwa atas pertanyaan Dewi Parwati bahwa ajaran Siwa Ratri adalah utama agar roh terbebas dari hukuman neraka. Siwa Purana menceritakan percakapan Suta dengan para Rsi tentang pelaksanaan Siwa Ratri, dan kekejaman Rurudruha yang menjadi sadar dan pikirannya jernih setelah melaksanakan ajaran Siwa Ratri. Dan Padma Purana merupakan sumber yang paling populer dalam pelaksanaan Siwa Ratri di Nusantara. Ajaran Siwa Ratri yang berjudul Siwa Ratri Kalpa diciptakan oleh Mpu Tanakung, sampai saat ini masih menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan Siwa Ratri di Bali dan Indonesia.<br />
	Siwa Ratri Kalpa karya Mpu Tanakung ini berbentuk kekawin yang terdiri dari 20 wirama dan 232 bait, merupakan untaian narasi yang sarat dengan nuansa estetis, baik dalam lantunan wiramanya maupun kedalaman makna yang dikandungnya. Tujuan dari Mpu Tanakung mempergunakan metode estetis dalam menyebarkan ajaran Siwa ratri ini adalah agar lebih menarik dan sekaligus mengajak umat manusia untuk berkesenian sehingga dalam pelaksanaannya tidak melulu dalam suasana serius religius, walaupun pada hakikatnya kita harus serius dalam menangkap makna ajaran ini. Di samping itu, yang khas dan unik, Mpu Tanankung berani menampilkan tokoh dalam ceritanya adalah Si Lubdaka, seorang rakyat jelata yang papa dengan pekerjaan sebagai pemburu yang banyak membunuh satwa, akhirnya rohnya mendapatkan sorga setelah ia mati.<br />
	Dari uraian di atas sangat jelas kita lihat bahwa orang yang jahat dan hidupnya penuh dengan noda dosa, akhirnya mendapatkan kebahagiaan di sorga hanya gara-gara begadang sepanjang malam pada perayaan Siwa Ratri. Benarkah demikian adanya?. Hal ini perlu pengkajian-pengkajian lengkap berdasarkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. </p>
<p>2. Sinopsis</p>
<p>Kekawin Siwa Ratri Kalpa menceritakan, pada pagi hari panglong ping 14 atau purwanining Tilem Sasih Kapitu Si Lubdaka pergi ke tengah hutan untuk berburu binatang (satwa). Ia berjalan seorang diri menuju arah timur laut, meliwati tempat-tempat pemujaan yang sudah mulai rusak dan kotor, atapnya berserakan, dan gapuranya rubuh pertanda bahwa orang sudah jarang datang, memperhatikan dan merawat tempat suci tersebut.<br />
Setelah seharian berburu di tengah hutan, tak seekor pun binatang ditemukannya hingga hari menjelang malam. Ia tersesat ketika hendak kembali pulang, berputar-putar di tengah hutan dan akhirnya ia menemukan sebuah telaga yang terdapat pohon bila atau maja ditepi telaga tersebut. Karena kemalaman dan takut dari sergapan macan (wiagra) yang banyak berkeliaran di sana, maka naiklah dia ke pohon Bila. Untuk menghilangkan kantuk dan takut terjatuh dari pohon, lalu ia memetik daun bila tersebut helai demi helai. Tanpa disadarinya bahwa daun bila yang telah dipetiknya berjumlah 108 helai, dan jatuh menimpa Siwa Lingga yang ada di tengah telaga itu.<br />
Ketika pagi dan mentari sudah muncul di ufuk timur, Lubdaka turun dari pohon Bila dan langsung pulang meninggalkan keindahan hutan di pagi hari. Sampai di rumahnya hari sudah mejelang sore, dan ia disambut oleh anak isterinya. Tapi alangkah sedih hati keluarganya mengetahui Si Lubdaka tertimpa nasib apes karena tidak satu pun mendapatkan hasil buruan.<br />
Sesuai dengan perjalanan waktu, tibalah saatnya Si Lubdaka meninggal dunia karena sakit. Rohnya melayang-layang di angkasa tidak tentu arah. Maka datanglah pasukan Yamabala menjemput dan menangkap roh Lubdaka untuk dijebloskan ke kawah neraka karena dosa-dosa Lubdaka yang selalu berbuat kejahatan terhadap mahluk hidup. Di pihak lain, atas perintah Betara Siwa, pasukan Ganabala agar menjemput roh Lubdaka yang sedang disakiti oleh Yamabala, karena Lubdaka pernah melaksanakan barata Siwa Ratri, untuk dibawa ke sorgaloka. Terjadilah pertempuran antara pasukan Yamabala dengan pasukan Ganabala yang masing-masing menjalankan tugas. Akhirnya pasukan Ganabala memenangkan pertempuran itu dan roh Lubdaka diboyong ke sorgaloka dan disambut oleh widyadara-widyadari serta mengantarkan rohnya ke sorga. Dan roh Lubdaka bahagia selama berada di sorgaloka.</p>
<p>3. Makna Aktual<br />
a.	Siwa Ratri terdiri dari dua kata yaitu Siwa dan Ratri. Kata Siwa mengandung pengertian baik hati, suka memaafkan, memberikan harapan, menyelamatkan, dan membahagiakan. Sedangkan ratri berarti malam. Dengan demikian secara umum Siwa Ratri berarti malam untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan pikiran dan hati serta memberi harapan menuju jalan yang terang untuk mencapai tujuan yaitu kebahagiaan.<br />
b.	Purwanining Tilem Kepitu atau panglong ping 14 Sasih Kepitu menurut perhitungan wariga adalah malam yang paling gelap dalam setahun perhitungan sasih, puncak gelapnya alam. Kepitu berarti bulan ketujuh. Malam ini sering disebut peteng pitu pada buana agung, dan kalau dihubungkan dengan keberadaan diri manusia (buana alit) terdapat sapta timira atau tujuh macam kemabukan, kegelapan yaitu Surupa (mabuk kerupawanan), Dana (mabuk kekayaan), Guna (mabuk kepintaran), Kulina (mabuk karena kebangsawanan), Yowana (mabuk karena keremajaan), Sura (mabuk karena minuman keras), dan Kasuran (mabuk kemenangan). Tujuh kegelapan itu terjadi karena kesimpangsiuran struktur alam pikiran yang dikuasai oleh panca indrya sehingga menimbulkan egoisme dan ambisi yang tidak terkendali.<br />
c.	Jagra berarti tidak tidur, terjaga, awas, waspada, atau sadar. Dalam situasi apapun jagra atau terjaga, awas, waspada, dan sadar ini sangat diperlukan demi keselamatan dan keamanan. Manusia yang selalu dikuasai dan dibelenggu oleh panca indryanya disebut orang yang sedang tidak terjaga, tidak sadar, di luar kesadaran jiwa. Terjadinya ketidaksadaran jiwa karena ulah kita sendiri yang membiarkan belenggu yang dibuat oleh panca indrya dengan memperkuat musuh-musuh yang ada dalam diri manusia sendiri. Niti Sastra menyebutkan, “tan hana satru menglewihaning ana geleng ri ati” yang artinya tidak ada musuh melebihi musuh yang menyelinap di dalam hati. Sedangkan di dalam kekawin Ramayana disebutkan, “Ragadi musuh mapara ri hati, ya tonggoania tan madoh ring awak” yang artinya ragadi (nafsu) adalah musuh utama di hati tempatnya tidak jauh dari badan. Musuh-musuh dalam hati itu disebut Sad Ripu yang meliputi Kama (nafsu), Lobha (rakus), Krodha (marah), Moha (kebingungan), Mada (kemabukan), dan Matsarya (iri hati).<br />
d.	Upawasa artinya tidak makan. Namun makna sesungguhnya bagaimana kita dapat mengendalikan nafsu makan kita. Bisa membedakan mana makanan yang bisa dan layak dimakan sesuai dengan kondisi tubuh kita, atau mana makanan yang memang makanan hak kita. Dalam realita kehidupan sekarang banyak sekali orang makan seenaknya, semua dimakan walau bukan haknya sekalipun, melalui kejahatan-kejahatan yang dilakukan seperti korupsi, menipu, merampok dan sebagainya, yang semua itu terkait dengan urusan perut.<br />
e.	Mona brata artinya tidak bicara, mengandung makna dalam berbicara berdasarkan atas kesadaran dharma atau kebenaran. Dalam Niti Sastra disebutkan “Wasita nimitanta manemu laksmi” (karena bicara kita menemukan kebahagiaan), “Wasita nimitanta manemu duhkita” (karena bicara kita menemukan kesengsaraan), dan “Wasita nimitanta pathi kapanggih” (karena bicara ajal kita dapatkan). Dengan demikian monobrata lebih menyiratkan pada kesadaran, kalau bicara peliharalah lidah. Bhagawad Gita Bg.XVII:15 menyebutkan: “Berbicara tanpa menyinggung, melukai hati, dapat dipercaya, lemah lembut, berguna dan berdasarkan kitab suci (kebenaran), itulah yang disebut dengan bertapa dengan ucapan.<br />
f.	Dana Punya (dari Sulinggih, Pemangku atau Tokoh Agama) artinya pemberian tulus sebagai bentuk pengamalan ajaran dharma. Ajaran dana punya ini meliputi dharmadana atau pemberian dalam bentuk wejangan atau nasihat bagi mereka yang memerlukan, widyadana yaitu pemberian pengetahuan atau pendidikan sehingga lebih pandai dan menguasai ilmu pengetahuan, dan arthadana yaitu pemberian tulus berupa artha yang bertujuan menyelamatkan orang lain dari kesengsaraan. Ajaran dana punya bertujuan untuk membimbing manusia menuju sifat welas asih dan kesempurnaan lahir bathin karena ajaran ini dilandasi oleh ajaran Tatwam asi yang memandang semua mahluk adalah sama, saling merasakan, saling terkait,  dan saling memerlukan sehingga akan tercipta penghargaan terhadap nilai dan harkat kemanusiaan. Kalau ini dapat dipahami dan dilakukan oleh setiap orang, niscaya kejahatan yang menistakan martabat manusia oleh manusia lainnya tidak akan pernah terjadi.<br />
g.	Senjata panah Lubdaka disimbolkan sebagai “manah” atau budhi atau pikiran dan hati, yang diburu adalah binatang atau satwa yang berarti “sattwam”. Dengan demikian yang diburu adalah budhi sattwam atau kemuliaan. Dalam realita sekarang, seberapa banyakkah manusia yang masih memburu kemuliaan. Kenyataan yang sering kita saksikan adalah manusia berlomba-lomba memburu kenistaan hidup dengan bentuk nafsu serakah, kebohongan, dan amal palsu.<br />
h.	Satwa yang diburu oleh Lubdaka adalah Gajah, Badak, Babi Hutan. Gajah dalam bahasa Sansekerta disebut asti yang bermakna astiti bhakti. Badak atau warak bermakna tujuan, dan babi  atau waraha mengandung makna wara nugraha. Dengan demikian ketiga binatang buruan tersebut mengandung makna bahwa Lubdaka dengan pikirannya yang dijiwai oleh budhi sattwam senantiasa melakukan perbuatan berdasarkan astiti bhakti yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan berdasarkan waranugraha dari Sanghyang Siwa (konsep sweca bhakti).<br />
i.	Makna lainnya, Kolam (air telaga) ibarat cermin diri, kita akan melihat siapa “diri” kita. Malam itu Lubdaka naik pohon dan metik daun bila dan takut jatuh sehingga ia tidak tidur terjaga sampai fajar menyingsing. Malam bermakna gelap (awidya, bodoh), naik pohon (meningkatkan diri), daun bila (bilah/lontar, widya, ilmu pengetahuan), takut jatuh bermakna tidak ingin kembali terperosok ke tempat hina dan tidak tidur atau terjaga, bermakna dengan penuh kesadaran dalam mencapai tujuannya, dan fajar menyingsing pertanda timbulnya terang. Petikan daun bila sebanyak 108 lembar bermakna kelipatan angka 9 yang angka tertinggi dikalikan 12 (sasih) yang artinya tuntutlah ilmu pengetahuan tertinggi dalam setahun yang bermakna tuntutlah ilmu pengetahuan sepanjang hidupmu (long life education). Kegelapan atau kebodohan dapat diatasi dengan cara menuntut ilmu, dengan sungguh-sungguh dan waspada, dan tidak ingin kembali bodoh, dengan begitu hidup kita akan lebih terang dan cerah. Dalam Bhagawad Gita Bg. IV: 36 disebutkan, “walau seandainya engkau manusia yang paling berdosa diantara manusia-manusia yang memikul dosa, dengan perahu ilmu pengetahuan ini lautan dosa akan dapat engkau seberangi”.</p>
<p>4. Hal-hal yang Perlu Direnungkan<br />
	Hidup dan kehidupan ini penuh dengan kemungkinan-kemungkinan, sementara, dan tidak mutlak. Semua mengalami utpati, stiti, dan praline atau lair, hidup dan mati. Pada fase “hidup” manusia tidak bias luput dari suka, duka, dan lara yang merupakan hukum alamiah kontradiktif seperti senang-sedih, menang-kalah, bahagia-sengsara, kaya-miskin, tenang-bingung, sehat-sakit, dan sebagainya. Hukum ini harus diskapi dengan rasa tulus ikhlas, artinya harus disadari bahwa ketika sedang sehat, tidak mungkin sakit, tetapi sesungguhnya pada saat itu adalah titik balik menuju sakit. Ketika kaya, rasakanlah kemiskinan karena suatu saat kita akan menuju kemiskinan, ketika naik, berpikirlah cara untuk turun. Kapan dan di mana hal itu terjadi dan menimpa kita, hanya ruang dan waktu yang akan menjawabnya, karena manusia tidak mampu menjawabnya dengan tepat dan pasti. Oleh karena itu, setiap manusia harus merenunginya, mawas diri atau mulat sarira dan selalu mencari jati dirinya melalui pendakian spiritual, dan malam inilah yang paling tepat untuk melakukannya dengan memohon tuntunan dari Sanghyang Ciwa.<br />
Dalam Manawadharmasastra disebutkan:<br />
•	“Adbir Gatrani Cuddyati” artinya membersihkan badan dengan air<br />
•	“Mano Satyena Cuddyati” artinya membersihkan pikiran dengan kejujuran<br />
•	“Budhir Jnanena Cuddyati” artinya membersihkan budhi pekerti dilakukan dengan menuntut  ilmu pengetahuan setinggi-tingginya.<br />
•	“Atmo Buthatmo Tapobyam Cuddyati” artinya membersihkan atma atau jiwa dilakukan dengan cara  pengendalian diri.</p>
<p>5. Penutup<br />
	Demikianlah jalan cerita Lubdaka yang dicomot secara sembarangan (karena keterbatasan penulis dan tidak disimpulkan), dan makna-makna yang ditampilkan sangat jauh dari kebenaran, apalagi yang aktual. Sudah barang tentu tulisan yang kacau ini belum dapat dipercaya dan hanya dapat dipakai sebagai pemicu diskusi untuk memperoleh gambaran kebenaran dari dari para peserta dan para pembaca yang telah mapan tentang ajaran mulia Siwa Ratri Kalpa karya Pujangga Besar Mpu Tanakung ini. Suksma.  </p>
<p>DAFTAR BACAAN<br />
Dinas Pendidikan Dasar Provinsi Daerah Tingkat I Bali, 1990. Kakawin Siwa Ratri Kalpa<br />
Rasti, Ni Wayan, dkk., 2004. Siwaratri: Tinjauan Sosioreligius dan Filosofis. Surabaya: Paramita.<br />
Swami Prabhupada, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta, 2006. Bhagawad Gita. Jakarta: The Bhaktivedanta Book Trust.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=564&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/21/aktualitas-makna-ajaran-siwaratri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambutan Ketua Umum PMHD UNWAR Dalam Gebyar Seni-Budaya IV</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/sambutan-ketua-umum-pmhd-unwar/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/sambutan-ketua-umum-pmhd-unwar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 19:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gebyar PMHD 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[OM Swastyastu, Yang terhormat, Bapak Wali Kota Denpasar/yang mewakili, Yang terhormat, Bapak Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali Yang kami &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/sambutan-ketua-umum-pmhd-unwar/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=552&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OM Swastyastu,</p>
<p>Yang terhormat, Bapak Wali Kota Denpasar/yang mewakili,<br />
Yang terhormat, Bapak Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali<br />
Yang kami hormati, Bapak Rektor Universitas Warmadewa beserta jajaran Pimpinan kampus,<br />
Para dewan juri lomba gebyar PMHD Unwar yang saya hormati,<br />
Para peserta lomba Gebyar PMHD Unwar yang saya banggakan,<br />
Hadirin undangan sekalian yang berbahagia,</p>
<p>Pertama-tama, marilah kita mengucapkan puja-puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, bahwa hari ini, acara Gebyar Seni-Budaya PMHD Unwar yang ke-4, dapat teselenggara dan astungkara dapat berlangsung lancar dan sukses..<br />
<span id="more-552"></span><br />
Bapak Walikota yang saya hormati, hadirin sekalian yang berbahagia,</p>
<p>Kegiatan tahunan Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ini, dilaksanakan dalam rangka ikut memeriahkan HUT Pemerintah Kota Denpasar setiap tahunnya. Ini merupakan komitmen kami di PMHD Warmadewa untuk turut berpartisipasi secara rutin dalam event-event positif dalam upaya mendukung program pemerintah Kota Denpasar. Bahwa dengan penyelenggaraan yang konsisten dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar, PMHD Warmadewa dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan membuat semacam kesepakatan kerjasama berupa MOU dengan pemerintah Kota Denpasar. Besar harapan kami, agar event gebyar seni-budaya ini dimasukkan menjadi agenda tetap dalam rangkaian perayaan HUT Pemerintah Kota Denpasar tahun-tahun berikutnya. </p>
<p>Hadirin sekalian yang kami hormati,</p>
<p>Kota Denpasar, sebagai Ibu kota propinsi Bali, seyogyanya terus menggeliat dalam segenap aspek kehidupan, khususnya di bidang seni dan budaya yang menjadi trade-mark Bali. Kekuatan seni &amp; budaya Bali ini, terbukti menjadi pilar penopang kehidupan poleksosbudhankam di Bali. Terkait dengan hal ini, sudah sepatutnya, kami dari generasi muda, wajib berperan serta aktif untuk belajar &amp; melatih diri, mempersiapkan diri lahir bathin menyukseskan pembangunan Bali di segala bidang.</p>
<p>Dalam kaitan Gebyar PMHD Unwar ini, seperti diketahui bahwa, peserta lomba bukan saja berasal dari Kota Denpasar, namun, tersebar dari Kabupaten lainnya di Bali. Seperti Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Klungkung dll. Ini membuktikan bahwa, animo generasi muda terhadap seni dan budaya leluhurnya masih begitu tinggi. Ini  juga menunjukkan bahwa, HUT Pemerintah Kota Denpasar tiap tahunnya, bukan hanya milik warga kota, namun, sudah menjadi milik masyarakat Bali. Angayubagia saya ucapkan, Swasti Wanti Warsa untuk Kota Denpasar tercinta.</p>
<p>Bapak Walikota Denpasar beserta hadirin yang kami muliakan,</p>
<p>PMHD Unwar, sebagai organisasi berbasis Hindu, berkomitment untuk terus belajar dan belajar. Kami, menyadari, para founding fathers Universitas Warmadewa, menggunakan nama “WARMADEWA” sebagai nama kampus yang tentu mengandung nilai sosio-filosofis yang luar biasa, Nama Warmadewa yang dicetuskan oleh Gubernur Bali masa sebelumnnya yakni Prof.Dr. Ida Bagus Mantra hingga kini menjadi warisan tiada ternilai sebagai salah satu pilar pendidikan untuk mencerdaskan bangsa di Bali. Oleh karena itu, dengan spirit ini, PMHD Warmadewa hadir untuk senantiasa berkarya nyata dalam bingkai Tri Hita Karana yang menjadi bidang-bidang tugas organisasi kami. Ajang lomba dalam acara Gebyar Seni-Budaya ini, sekaligus sebagai wahana perkenalan kami kepada adik-adik SMA yang menjadi peserta, Selamat Datang di Kampus Warmadewa, semoga adik-adik para peserta lomba terinspirasi dengan acara ini dan siapa tahu melanjutkan pendidikan tinggi-nya di Universitas Warmadewa, Tentunya kami akan dengan senang hati mengajak adik-adik untuk berkarmayoga bersama kami di PMHD UNWAR. Pengaruh globalisasi yang sedemikian derasnya, mengharuskan kita sebagai generasi muda mempertebal benteng pelindung ke-bali-an kita. Berdasarkan kajian historisnya, kampus Universitas Warmadewa, memiliki komitmen menjadi salah satu benteng pelestarian seni-budaya Bali, dan kami, generasi muda Hindu PMHD Warmadewa komit untuk menjadi ksatria-ksatria pengawal benteng tersebut. Kalau bukan kita siapa lagi??</p>
<p>Bapak Ibu, hadirin sekalian, </p>
<p>Kegiatan gebyar seni-budaya ini tentu tidak akan dapat berlangsung sampai hari ini kalau tidak dibantu oleh banyak pihak khususnya pihak pemerintah kota Denpasar. Untuk itu, melalui kesempatan yang berbahagia ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya sekaligus memohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Kritik dan saran demi perbaikan acara ini  tentu akan menambah semangat kami untuk terus berkarya, menjalankan motto kami, Dharmaning Mahasisya Mahottama, Jayalah Universitas Warmadewa! Akhir kata kami sampaikan Parama Shanti, Om Shanti Shanti Shanti OM.</p>
<p>Denpasar, 19 Pebruari 2011,</p>
<p>Ketua Umum PMHD UNWAR,</p>
<p>A.A Indra Prasetya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=552&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/sambutan-ketua-umum-pmhd-unwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Galeri Foto Gebyar PMHD UNWAR IV</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/galeri-foto-gebyar-pmhd-unwar-iv/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/galeri-foto-gebyar-pmhd-unwar-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 19:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gebyar PMHD 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmaning Mahasisya Mahottama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah dokumentasi selama perhelatan gebyar PMHD IV memeriahkan HUT Pemerintah Kota Denpasar yang ke-19 tahun 2011. Silahkan klik pada &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/galeri-foto-gebyar-pmhd-unwar-iv/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=537&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah dokumentasi selama perhelatan gebyar PMHD IV memeriahkan HUT Pemerintah Kota Denpasar yang ke-19 tahun 2011. Silahkan klik pada masing-masing foto untuk memperbesar. Salam Dharmaning Mahasisya Mahottama.</p>
<p><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/karikatur.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/karikatur.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="karikatur" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-538" /></a></p>
<div id="attachment_539" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/juara-juari.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/juara-juari.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Juara juari" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-539" /></a><p class="wp-caption-text">Penyerahan hadiah kepada sang juara</p></div>
<p><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani21.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="lia andani2" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-540" /></a></p>
<div id="attachment_541" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/nyurat-lontar2.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/nyurat-lontar2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="nyurat lontar2" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-541" /></a><p class="wp-caption-text">Nyurat aksara Bali di daun lontar</p></div>
<div id="attachment_542" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/peserta-pidato.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/peserta-pidato.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="peserta pidato" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-542" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta &amp; Juri Pidato Bahasa Bali</p></div>
<div id="attachment_543" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar2.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="pmhd gebyar2" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-543" /></a><p class="wp-caption-text">Sambutan Rektor Unwar</p></div>
<div id="attachment_545" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar4.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar4.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="pmhd gebyar4" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-545" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana pembukaan acara</p></div>
<div id="attachment_546" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar8.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar8.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="pmhd gebyar8" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-546" /></a><p class="wp-caption-text">Dibuka oleh Kadisdikpora Kota Denpasar mewakili Walikota</p></div>
<div id="attachment_547" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/stand-sponsor.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/stand-sponsor.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="stand sponsor" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-547" /></a><p class="wp-caption-text">Panitia dan Sponsor</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=537&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/20/galeri-foto-gebyar-pmhd-unwar-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/karikatur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">karikatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/juara-juari.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Juara juari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lia andani2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/nyurat-lontar2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nyurat lontar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/peserta-pidato.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">peserta pidato</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pmhd gebyar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar4.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pmhd gebyar4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/pmhd-gebyar8.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pmhd gebyar8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/stand-sponsor.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">stand sponsor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gebyar PMHD UNWAR, Sambut HUT Pemkot Denpasar ke-19</title>
		<link>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/19/gebyar-pmhd-unwar-sambut-hut-pemkot-denpasar/</link>
		<comments>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/19/gebyar-pmhd-unwar-sambut-hut-pemkot-denpasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 23:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmhdwarmadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa Denpasar (PMHD UNWAR), menggelar aktifitas budaya yang melibatkan siswa SMA se-Bali, Sabtu 19 Pebruari &#8230;<p><a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/19/gebyar-pmhd-unwar-sambut-hut-pemkot-denpasar/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=526&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani2.jpg"><img src="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="lia andani2" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-527" /></a><br />
Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa Denpasar (PMHD UNWAR), menggelar aktifitas budaya yang melibatkan siswa SMA se-Bali, Sabtu 19 Pebruari 2011 kemarin. Kegiatan rutin tahunan ini, digelar dalam rangkaian HUT Pemerintah Kota Denpasar yang ke-19.</p>
<p>Dalam acara gebyar ini, dilaksanakan berbagai lomba diantaranya lomba pidato bahasa bali, lomba tari teruna jaya, lomba nyurat aksara Bali di daun lontar, lomba lagu pop Bali, serta lomba utsawa dharma githa. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ade Rama Saputra, kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah kota Denpasar serta didukung pula oleh pihak-pihak yang concern terhadap budaya Bali.<br />
<span id="more-526"></span><br />
Para peserta lomba diantaranya berasal dari SMA dari Kabupaten Badung, Klungkung, Tabanan, Denpasar, Gianyar,  dan Buleleng. Tak kurang menurut mahasiswa fakultas sastra Unwar ini, ada sekitar 50 peserta putra-putri. Ini menurutnya, menunjukkan animo generasi muda Bali masih tinggi terhadap kelestarian budaya daerahnya.</p>
<p>Rektor Universitas Warmadewa, Prof.Dr.I Made Sukarsa, S.E, M.S dalam sambutannya mengatakan, langkah yang diambil oleh organisasi PMHD Unwar, sangat positif bagi kampus dan Bali pada umumnya. Beliau menambahkan agar konsistensi kegiatan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan.</p>
<p>Walikota Denpasar dalam sambutannya yang diwakili oleh Kadisdikpora, I Gusti Lanang Djelantik menyambut baik langkah-langkah strategis yang diambil oleh generasi muda Hindu di Unwar. Menurutnya, PMHD patut menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam upaya ikut melestarikan seni dan budaya Bali. tak lupa Lanang Djelantik mengajak setiap generasi muda khususnya siswa SMA untuk senantiasa eling dengan ajaran-ajaran dan warisan budaya leluhur Bali yang adiluhung.</p>
<p>Pembina PMHD Unwar, Drs. I Dewa Putu Sumantra, menuturkan bahwa, organisasi yang dibinanya ini, telah kali keempat menggelar kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak muda kreatif yang tergabung di organisasi Hindu ini terus berjuang agar konsistensi kegiatan terus terpelihara dengan semangat &#8220;ngayah&#8221; dan rasa &#8220;mesemeton&#8221; yang kuat diantara anggotanya.</p>
<p>Sampai berita ini diturunkan, hasil-hasil lomba belum terupdate oleh panitia. Untuk itu, pemenang lomba-lomba terkait HUT Pemkot Denpasar ini, akan diangkat dalam artikel berikutnya.</p>
<p>PMHD News Network</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmhdwarmadewa.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmhdwarmadewa.wordpress.com&amp;blog=3253004&amp;post=526&amp;subd=pmhdwarmadewa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/02/19/gebyar-pmhd-unwar-sambut-hut-pemkot-denpasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c78512731eacb988b1a9343aed6604?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PMHD Unwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmhdwarmadewa.files.wordpress.com/2011/02/lia-andani2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lia andani2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
