PMHD Unwar, Datang & Pergi Untuk Sebuah Cita-Cita


PMHD UNWAR, DATANG & PERGI UNTUK SEBUAH CITA – CITA

*I Made Dwija Suastana, S.H.

Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa atau yang biasa disingkat PMHD UNWAR seperti diketahui bersama dideklarasikan pada hari Sabtu Wage, 11 Juni 2005 oleh mahasiswa – mahasiswi Hindu Universitas Warmadewa. Sebuah organisasi mahasiswa yang berasal dari mahasiswa, oleh dan untuk mahasiswa dan didedikasikan untuk almamater tercinta, Universitas Warmadewa. Tidak dapat dipungkiri, PMHD Unwar yang awalnya demikian diremehkan keberadaannya oleh banyak kalangan baik civitas akademika kampus maupun pihak lain, sekarang menjelma menjadi sebuah organisasi tingkat mahasiswa yang disegani, diperhitungkan khususnya di Universitas Warmadewa. Hal ini tidak mengherankan, karena sejak awal, PMHD memang berkomitmen untuk berkarya, berkarya dan berkarya. Bekerja terlebih dahulu tanpa memikirkan hasilnya. Sebagai sebuah idealisme PMHD terbukti telah menjawab keraguan dengan berkarya nyata.

Dengan nafas ritualitas Hindu yang kental, dengan aroma tatwa, etika dan upacara, menjadikan PMHD sebagai ajang dan media pembelajaran bagi anggotanya dalam bertata-kelakuan dalam denyut nadi kehidupan kampus dan masyarakat. Dipayungi oleh sendi- sendi Tri Hita Karana, sebagai suatu filosofi hidup dan kehidupan orang Bali, seyogyanya mampu menjadikan PMHD sebagai titik tolak kebangkitan mahasiswa Hindu di kampus Akasia ini. Spirit yang dikobarkan para perintis PMHD dengan mengibarkan panji-panji kebesaran Sri Kesari Warmadewa dalam konteks kekinian, masih sangat relevan dalam dinamika kehidupan zaman sekarang. Tri Hita Karana, haruslah mampu menjadi pilar dalam gerak kehidupan anggota PMHD baik selaku mahasiswa maupun anggota masyarakat. Filosofi luhur ini, jangan sampai hanya menjadi etalase, pemanis bibir yang cenderung menjadi omong kosong. Harus dimaknai secara nyata dalam setiap kegiatan organisasi yang diprogramkan. Kalau kita tengok ke belakang, bagaimana para founding fathers Universitas Warmadewa menancapkan pondasi kampus ini dengan spirit Sri Kesari Warmadewa. Nama kampus ini, diusulkan oleh Gubernur Bali masa itu, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Warisan adiluhung ini, tentu harus dicermati oleh segenap sivitas akademika Warmadewa dengan melakukan karya nyata sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Eksistensi PMHD Unwar dirasa amat sejalan dengan visi dan misi yang dimiliki oleh Unwar, terlebih dengan berada di Bali yang mayoritas beragama Hindu, menjadikan segenap aktivitas sekala dan niskala, begitu kental mewarnai setiap gerak langkah para penghuni Universitas Warmadewa.

PMHD UNWAR, Kini dan Nanti

Dengan memiliki bidang – bidang tugas yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan dan Palemahan), sebetulnya, kalau disadari PMHD Unwar, mengemban amanat leluhur yang amat mulia, betapa tidak, disaat serbuan arus globalisasi dengan efek – efek negatifnya begitu menggila dewasa ini, anak – anak muda yang tergabung dalam wadah ini, berupaya melakukan terobosan sederhana namun tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dimana setiap kegiatannya selalu berorientasi pada masyarakat dengan prinsip ngayah, mengabdi pada kepentingan masyarakat. Pada awalnya memang, kegiatan – kegiatan PMHD Unwar lebih banyak bersifat teknis temporer, namun kedepan, PMHD harus mampu menjadi sebuah wadah bagi para cendikiawan muda kampus dalam memberikan sumbangan pemikiran bukan hanya bagi Universitas Warmadewa, namun diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif bagi Bali, dan Negara Indonesia. Tiap tahun tentu PMHD akan melahirkan para alumni yang akan tersebar dalam berbagai bidang kehidupan. Para alumni yang tergalang dalam wadah Paiketan alumni, diharapkan jangan sampai melupakan PMHD di kampus Warmadewa. Ikatan bathin yang terjalin hendaknya didasarkan atas ketulusan, rasa pasemetonan, sagilik – saguluk salulung sabhayantaka sarpanaya. Pengalaman berorganisasi di PMHD Unwar, diyakini akan dapat berguna di kemudian hari dalam segenap kehidupan sosial masing – masing alumninya. Untuk itu, jalinan tali pasemetonan ini janganlah sampai putus, walau sudah menjadi alumni PMHD dan alumni Universitas Warmadewa. Akhirnya, semua kembali berpulang kepada cara pandang masing – masing bagaimana kita menyikapi organisasi PMHD yang diharapkan tumbuh dan berkembang dalam rangka menyokong Universitas Warmadewa dalam memberikan warna bagi dunia pendidikan di Bali dan di nusantara. Semoga dengan kehadiran PMHD Unwar, mampu ikut serta memusnahkan kegelapan di muka bumi. Sirna Ilang Awidyaning Bhumi. Rahajeng!!

* Penulis Adalah Pendiri PMHD Unwar 2005

3 responses to “PMHD Unwar, Datang & Pergi Untuk Sebuah Cita-Cita

  1. bagaimana cara mengatasi masalah yang datang silih berganti

  2. rasanya Slogan “Datang dan pergi untuk sebuah cita – cita” pernah saya dengar,

    sepeda

  3. Saudara Eka(rasanya juga pernah saya dengar nama ini),

    Itu adalah slogan almamater saya di SMAN 1 Mengwi, yang saya adopsi sampai kapanpun.Tapi jgn sampai slogan itu berubah jadi datang tak diundang, pergi tak diantar.

    Salam,

    D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s