Menjelang Suksesi


Om Swastyastu,

aloneSaudara sekalian, seperti yang kita simak bersama, beberapa waktu belakangan ini, konstelasi politik di tanah air demikian menghangat dengan telah digelarnya pesta demokrasi 5 tahunan, pemilihan legistlatif yakni tanggal 9 April lalu. Semua partai berlomba-lomba menjadi yang terkuat. Pemilihan Umum di Indonesia digelar dalam dua jenis pesta, yakni pemilihan anggota legeslatif yang akan duduk di DPRD kabupaten/kota, Propinsi dan DPR pusat. Sedangkan pada tanggal 8 Juli 2009 nanti akan dilangsungkan pemilihan presiden sebagai puncak dari pesta demokrasi di negara kita. Partai politik dengan orientasi kekuasaannya tentu akan berupaya mengejar kemenangan dalam pemilu legislatif yang diikutinya. Tercatat ada 38  partai  yang ikut pemilu kali ini, ditambah 6 partai lokal di Aceh. Tentu sudah bisa ditebak bagaimana jalannya pemilu, runyam! Di sana-sini kacau-balau. Protes sana, protes sini. Sungguh memprihatinkan. Betapa tidak dari gambaran runyamnya DPT(daftar pemilih tetap), surat suara tertukar, dsb-nya, menunjukkan betapa segenap komponen di Indonesia belum naik kelas. Dari dulu, Indonesia selalu dijuluki negara yang baru belajar berdemokrasi, dari jaman Soekarno, sekitar 60 tahun lalu. Nah untuk ukuran suatu bangsa, belajar selama itu, sungguh suatu kegagalan. Dalam arti kata, Bangsa Indonesia, Gagal!

Bagaimana dengan Universitas Warmadewa?

Sebelumnya, penulis mengucapkan selamat yang terlambat kepada jajaran pengurus baru Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali, yang mengelola Unwar. Selamat bekerja keras! Dikatakan demikian karena, sampai saat ini, Unwar sudah banyak ketinggalan di segala bidang. Diperlukan kerja keras semua pihak di Unwar bagaimana mengejar ketinggalan Unwar dari Universitas swasta yang lainnya di Bali. Yang tentunya ketinggalan tersebut telah dipahami oleh segenap civitas akademika Unwar, khususnya pihak Yayasan selaku pengelola.

PMHD Unwar, Sebagai Bagian Integral

Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa, yang dideklarasikan pada tanggal 11 Juni 2005, sama halnya dengan perjalanan nasib bangsa, juga mengalami masa pasang surut dan masa-masa suksesi. Dalam AD/ART PMHD disebutkan kepengurusan PMHD berjalan dalam masa 1 tahun, setelah itu dapat dipilih pengurus yang baru. Berkaitan dengan itu, sudah barang tentu, sebagai organisasi kader, PMHD mau tidak mau harus menyiapkan seluruh anggotanya untuk tampil kedepan secara bergiliran. Semua harus mau belajar! Tanpa kecuali. Komitmen untuk menjadikan PMHD sebagai ajang pembelajaran hidup berorganisasi harus benar-benar tertanam dalam praktek nyata program organisasi, dengan cara berani mengambil tanggungjawab secara cermat dan tepat. Kalau bukan kita siapa lagi? Para anggota PMHD harus mampu menterjemahkan berbagai hal dan riak-riak yang timbul dalam organisasi PMHD sebagai sebuah proses pedewasaan dan menambah wawasan. Tentu hal akan berhasil apabila, sebagai anggota PMHD, para mahasiswa Hindu di kampus Akasia ini, berada dalam koridor PMHD secara konsisten dan pantang menyerah. Siapapun yang terpilih sebagai pengurus, harus didukung oleh anggota yang lainnya. Rivalitas yang timbul hendaknya berangkat dari upaya pendewasaan diri dan rasa ikhlas. Selamat menyongsong suksesi PMHD 2009!  Dharmaning Mahasisya Mahottama!

I Made Dwija Suastana,

Pendiri PMHD Unwar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s