Menguak Tabir Tanggal 11-6-2005


Semeton sekalian, Seperti kita ketahui bersama, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma(baca: PMHD) Universitas Warmadewa, dibentuk/dideklarasikan secara resmi pada tanggal 11 Juni 2005, Dalam penanggalan Dewasa Ayu ala Bali, pada hari Saniscara/Sabtu Wage. Pada kesempatan kali ini, penulis yang kebetulan adalah salah satu pendiri organisasi ini, mengajak semeton sekalian untuk bermain angka sekaligus mengenal lebih dalam mengenai PMHD UNWAR. Kutak-katik angka ini haruslah dimaknai secara komprehensif, dewasa dan menjauhkan diri dari tahayul/klenik. Semeton sekalian, marilah kita sebagai mahluk Tuhan, memaknainya secara positif dan bijak.

Penulis akan mencoba membedah tanggal 11 Juni 2005 ini dalam perspektif sendiri, berdasarkan pemahaman, nilai rasa, keyakinan penulis serta secara filosofis-sosio-religius.

11 – 06 – 2005

Angka 11 Menurut penulis adalah perlambang Meru Tumpang Solas, mengandung makna; Meru Tumpang Sebelas bangunan berbentuk Meru tumpukan atau tingkatan atapnya sebanyak sebelas tumpuk atau tingkat.(I Ketut Wiana;iloveblue.2007).Merupakan konsep pemujaaan ritual Hindu di Bali yang diwujudkan dangan bangunan meru/candi bertingkat beratap ijuk. Angka sebelas juga melambangkan 11 tingkatan lapisan kosmos. Disamping itu juga, angka 11 ini, secara sederhana penulis coba hubungkan dengan konsepsi candi bentar. Candi Bentar pada umumnya dibangun di Pura/Puri. Candi Bentar is a Balinese style welcome gate for those who want to enter a holy place or a Palace. Candi bentar welcome everyone, every character;bad and good.Black or White. The one who enter an entering gate called Candi bentar in a temple should put their in-appropriate mind and just left good mind and spirit with them. This is to achieve blessing (Dwija:Kuta:2011). Untuk lebih memudahkan anda, coba anda sejajarkan kedua telapak tangan anda didepan dada kasi jarak 10 cm(mau setengah tercakup), kemudian bayangkan bangunan Candi Bentar ala Pura-Pura di Bali, kemudian alihkan imajinasi anda ke angka sebelas. Nah, apa kesimpulan anda??.Secara sosiologis, dalam konsep Tri Hita Karana, angka sebelas, menyiratkan kesetaraan, kesejajaran(kesetaraan gender), bahwa manusia itu pada hakekatnya adalah sama-sama mahluk ciptaan Tuhan. Dihadapan Tuhan, manusia adalah sama. Yang membedakannya adalah, karakter, perilaku, fisik dan lain-lainya(silahkan cari sendiri). Secara praktis, angka 11 mengingatkan kita untuk me-manusia-kan manusia. Hormatilah Hak Asasi Manusia.

Angka 6(Bulan Juni;bulan keenam)

Angka 6 ini menurut penulis sebagai perlambang Sad Kahyangan(6 Pura utama dalam konsepsi Parahyangan di Bali. Seperti kita ketahui, 6 Pura(tempat suci Hindu di Bali), yakni:Pura Besakih di Kabupaten Karangasem.Pura Lempuyang Luhur di Kabupaten Karangasem.Pura Goa Lawah di Kabupaten Klungkung.Pura Uluwatu di Kabupaten Badung.Pura Batukaru di Kabupaten Tabanan.Pura Pusering Jagat (Pura Puser Tasik) di Kabupaten Gianyar.

Disamping itu angka 6(bulan Juni) ini dalam kehidupan manusia juga mengandung makna Sad Ripu;enam musuh dalam diri yang harus dikenali, dikendalikan dalam kesadaran Dharma dalam diri manusia.

Sad Ripu yang harus diwaspadai manusia adalah:

1. Kama hawa nafsu yang tidak terkendalikan

2. Lobha kelobaan (ketamakan), ingin selalu mendapatkan yang lebih.

3. Krodha kemarahan yang melampaui batas (tidak terkendalikan).

4. Mada kemabukan yang membawa kegelapan pikiran.

5. Moha kebingungan/ kurang mampu berkonsentrasi sehingga akibatnya individu tidak dapat menyelesaikan tugas dengan sempurna.

6. Matsarya iri hati/ dengki yang menyebabkan permusuhan.

Tahun 2005

Mari kita bedah tahun 2005 ini menjadi beberapa bahasan.

Angka 2; menurut penulis adalah simbol Rwa Bhineda(dua yang berbeda), menyiratkan hitam-putihnya kehidupan, derita, bahagia. Itulah Hidup. angka 00; sebagai lambang buana agung dan buana alit. Buana Agung adalah semesta raya(lingkungan alam)–sebagai penjabaran konsep palemahan dalam Tri Hita Karana. Sedangkan buana alit adalah atman, mahluk hidup (manusia itu sendiri)(Pawongan). Antara alam semesta(buana agung) dan Mahluk hidup hendaknya bersinergi untuk mencapai keharmonisan. Mokhsartam Jagathita ya Ca Iti Dharma. Sedangkan angka 5, mengandung makna gerak-perilaku krama Hindu Bali dalam kehidupan sosio-ritualnya. Contoh misalnya pelaksanaan Panca Yadnya, pelaksanaan Panca Sembah(dalam persembahyangan Hindu di Bali), serta konteks2 lain dalam konsepsi Hindu yang berjumlah 5. Jadi, makna tanggal 11 Juni 2005 dapat dikatakan memenuhi unsur-unsur Tri Hita Karana yang menjadi bidang-bidang tugas segenap jajaran PMHD Unwar. Semoga para semeton yang menjadi anggota bidang Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan(Tri Hita Karana) dapat memaknai hal ini DALAM PRAKTEK NYATA roda organisasi PMHD UNWAR. Astungkara…

Ilham Surya Sewana, 26-1-2011

(Tidak ada sesuatu yg kebetulan di dunia ini,semua sudah dalam Rta/hukum-Nya)

DWIJA
Pendiri/Pencetus PMHD UNWAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s