Teks Pupuh Lomba Utsawa Dharmagita/Geguritan Kategori SMA/SMK Se-Bali


PUPUH WAJIB PUTRA

PUPUH SINOM

Patutne numadi jadma

sahenune cening alit,

malajah mangulik sastra,

anake linggsir tunasin,

sakancan tuture lewih,

kotamane jroning hidup,

manusane kadi lalang,

tajep sahenune cenik,

dadi puntul,

tur bingung yan sube tuwa,

PUPUH WAJIB PUTRI

PUPUH PANGKUR

Yan sujati anak wikan,

twara perlu ngomongang awak padidi,

munyine sing ngulah pesu,

munyi banban alon plapan,

tangar manis, tata krama manut sulur,

milpilang pangunadika,

ngawe lega sang miragi

PUPUH PILIHAN PUTRA-PUTRI

PUPUH GINADA

Sajeroning sarwa bhawa

Sang dumadi dados jadmi,

pinih utama kinucap,

awinang sampunang sungsut,

mnawi kirang artha brana,

dados jadmi,

agetang pisan ring manah.

PUPUH GINANTI

Ampahe makrana bingung,

sangkaning laksana pelih,

males tur lekig malajah,

wetu kiape sasai,

pesu mulih ngutang lampah,

tusing ada ne kaalih.

PUPUH DURMA

Sastra anggon cening meme miwah bapa,

ditu takonang sahi,

laksanane melah,

suba ada makejang,

nene madan beneh pelih,

ditu tatasang,

takonang sahi-sahi,

PROPOSAL GEBYAR PMHD ke-IX TAHUN 2016


PROPOSAL GEBYAR PMHD IX UNIVERSITAS WARMADEWA

 

PENGANTAR

Setelah berhasil dan sukses dengan diselenggarakannya Gebyar PMHD Universitas Warmadewa selama 8 tahun secara berturut-turut mulai dari tahun 2008 hingga tahun 2015 yang bertempat di Universitas Warmadewa Denpasar dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang dan memperebutkan Piala Tetap Wali Kota Denpasar sekaligus Piala Bergilir Naga Bhuana Rektor Universitas Warmadewa. Dengan keberhasilan tersebut, Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Universitas Warmadewa (PMHD UNWAR) kembali menyelenggarakan GEBYAR PMHD IX Universitas Warmadewa dalam rangka meningkatkan kreativitas, mempertahankan kesenian, tradisi budaya Bali dengan menggelar lomba Seni Budaya Bali yang diadakan pada Sabtu-Minggu, 27-28 Februari 2016.

 

“Dharmaning Mahasisya Mahottama”

 

 

UNIVERSITAS WARMADEWA

PASEMETONAN MAHASISYA HINDU DHARMA

2016

 I.  PENDAHULUAN

 

            Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi telah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap sistem budaya dan tata nilai masyarakat. Banyaknya budaya luar yang masuk ke Indonesia dan ke pulau Bali pada khususnya telah mempengaruhi perkembangan setiap generasi. Masuknya budaya luar hendaknya kita saring dengan nilai-nilai budaya yang ada di Bali. Budaya lokal harus bisa menjadi filter yang efektif dalam rangka mengurangi dampak negatif dari budaya luar.

            Sebagai sebuah organisasi yang tumbuh dan berkembang di tanah Bali yang bernafaskan Agama Hindu, sudah sepantasnya melestarikan nilai-nilai luhur seni dan budaya Bali. Melalui konsep Tri Hita Karana yang melandasi Program kerja dari PMHD Unwar ( Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Universitas Warmadewa ). PMHD Unwar berusaha menginplementasikan program kerjanya dalam kehidupan kampus dan masyarakat secara luas.

            Langkah nyata yang diambil oleh PMHD UNWAR adalah melaksanakan GEBYAR PMHD dengan mengadakan berbagai macam kegiatan (Lomba-lomba) yang bernuansa budaya Bali. Dalam kegiatan ini PMHD UNWAR melibatkan para pelajar di kalangan SD, SMP, SMA/SMK se-Bali dan Umum sebagai peserta lomba.

II.  TEMA KEGIATAN

 

RWA BHINEDA “ Kebersamaan Dalam Keberagaman Seni dan Budaya”

 

III.  NAMA KEGIATAN

  “GEBYAR PMHD UNIVERSITAS WARMADEWA YANG KE IX Tahun 2016”

 

IV.  LANDASAN KEGIATAN

a). Tri Dharma Perguruan Tinggi

b). AD/ART Organisasi PMHD UNWAR

c). Program kerja PMHD UNWAR Tahun 2016

 

V.  TUJUAN KEGIATAN

 

a). TUJUAN KHUSUS

  1. Meningkatkan sikap kepemimpinan anggota PMHD UNWAR
  2. Meningkatkan disiplin kerja setiap anggota PMHD UNWAR
  3. Meningkatkan aksesbilitas institusi kepada seluruh stake holder

 

b). TUJUAN UMUM

  1. Meningkatkan kreatifitas generasi muda Bali
  2. Melestarikan Kesenian Tari Jauk, Mekendang, Gender Wayang, Utsawa Dharma Gita, Lagu Pop Bali, Photografi serta budaya Nyurat Lontar dan Dharma Wacana
  3. Meningkatkan sportifitas setiap peserta lomba

 

VI.  BENTUK KEGIATAN

KATEGORI SD SE-BALI :

  1. Lomba Gender Wayang

 

KATEGORI SMP SE-BALI :

  1. Lomba Gender Wayang
  1. Lomba Karaoke Lagu Pop Bali Kategori Putra dan Putri

 

KATEGORI SMA/SMK SE-BALI :

 

  1. Lomba Dharma Wacana Kategori Putra dan Putri
  2. Lomba Karaoke Lagu Pop Bali Kategori Putra dan Putri
  3. Lomba Nyurat Lontar Aksara Bali
  4. Lomba Utsawa Dharma Gita (Geguritan) Kategori Putra dan Putri
  5. Lomba Fotografi

 

KATEGORI UMUM

  1. Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal

 

VII. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan akan dilaksanakan Hari Sabtu-Minggu, Tanggal 27-28 Februari 2016 Bertempat di Universitas Warmadewa.

 

VIII. KRITERIA PENILAIAN

 

KATEGORI SD SE-BALI

  1. Lomba Gender Wayang Tingkat SD se-Bali

 

Persyaratan lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SD se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4 cm.
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Jumlah peserta 2 (dua) orang dalam satu group.
  6. Masing-masing sekolah mengirim maksimal 2 pasang peserta.
  7. Bagi Peserta yang telah terdaftar namanya tidak boleh mewakili group lainnya.
  8. Materi lagu yang dimainkan :

Lagu Wajib : “Merak Angelo” (versi lagu dibebaskan), untuk gineman boleh  di isi / tidak

Lagu Pilihan : Dibebaskan sesuai kemampuan dari peserta / lagu angkat-angkatan

  • Waktu pementasan minimal 10 menit maksimal 12 menit.
  • Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif.
  • Gender disiapkan oleh panitia dan panggul disiapkan oleh masing-masing peserta.
  • Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
  • Keputusan Dewan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian :

  1. Bentuk (Struktur, Lagu Pokok). Bobot : 20.
  2. Teknik (Gegebug, Tetekep, Polos-Sangsih, Ngumbang-Ngisep, Kreatifitas). Bobot : 40.
  1. Ekspresi (Penjiwaan, Gaya sesuai dengan Karakter Lagu). Bobot : 25.
  2. Tikas (Penampilan, Kostum dan Fisik). Bobot : 15

 

KATEGORI SMP SE-BALI :

  1. Lomba Gender Wayang Tingkat SMP se-Bali

Persyaratan lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMP se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4 cm.
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Jumlah peserta 2 (dua) orang dalam satu group.
  6. Masing-masing sekolah mengirim maksimal 2 pasang peserta.
  7. Bagi Peserta yang telah terdaftar namanya tidak boleh mewakili group lainnya.
  8. Materi lagu yang dimainkan :
    1. Lagu Wajib : “Sekar Sungsang” (Tidak menggunakan gineman).
    2. Lagu Pilihan :  Dibebaskan sesuai kemampuan dari peserta/ lagu angkat-angkatan.
  1. Waktu pementasan 10-12 menit.
  2. Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif.
  3. Gender disiapkan oleh panitia dan panggul disiapkan oleh masing-masing peserta.
  4. Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
  5. Keputusan Dewan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian :

  1. Bentuk (Struktur, Lagu Pokok). Bobot : 20.
  2. Teknik (Gegebug, Tetekep, Polos-Sangsih, Ngumbang-Ngisep, Kreatifitas). Bobot : 40.
  1. Ekspresi (Penjiwaan, Gaya sesuai dengan Karakter Lagu). Bobot : 25.
  2. Tikas (Penampilan, Kostum dan Fisik). Bobot : 15

 

2. Lomba Karaoke Lagu Pop Bali Kategori Putra dan Putri tingkat SMP se-Bali

 

Persyaratan lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMP se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah (jika mewakili sekolah).
  5. Minus One disiapkan oleh masing-masing peserta (dalam bentuk Soft Copy). Pengumpulan Minus One Pada Tanggal 25 Februari 2016, Tempat di Sekretariat PMHD Universitas Warmadewa,Mulai Pukul 11.00 – 18.00 Wita.
  6. Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif.
  7. Panitia tidak menerima berbagai macam bentuk protes.
  8. Keputusan Dewan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  1. Peserta membawakan 1(satu) buah lagu bebas.
  2. Peserta diperbolehkan mengatasnamakan pribadi tetapi pada saat pendaftaran

diwajibkan mencantumkan asal sekolah ( untuk kepentingan administrasi ).

 

Lagu :

Membawakan 1 (satu) buah lagu bebas sesuai pilihan peserta.

 

Kriteria Penilaian :

  1. Suara            : Keindahan Suara / Kualitas Suara , Jangkauan Suara Karakter Suara
  1. Musikalitas :  Ketetapan Nada (Pict), Pengucapan, Teknik Pernafasan, Penguasaan Lagu
  1. Penampilan : Penghayatan Lagu, Ekspresi, Penguasaan Panggung, Busana, Penguasaan Penonton

 

KATEGORI SMA/SMK SE-BALI

 

  1. Lomba Dharma Wacana Berbahasa Bali Kategori Putra dan Putri tingkat SMA/SMK se-Bali

Persyaratan Lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4 cm.
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Tema Dharma Wacana “Ajeg Bali Pinaka Bantang Kahuripan Parajana Ring Bali
  6. Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif
  7. Waktu tampil minimal 10 menit dan maksimal 15 menit.
  8. Naskah diketik diatas kertas HVS F4 spasi ganda dengan Times New Roman ukuran font 12.
  9. Panjang naskah menyesuaikan dengan waktu.
  10. Naskah disetor kepada panitia paling lambat pada saat technical meeting, rangkap 4 (empat).
  11. Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
  12. Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian :

  1. Tikas/Penampilan (pakaian, gaya, sikap, penguasaan audience). Bobot : 15.
  2. Daging/isi/bobot/penguasaan materi (sistematika penyajian, kesesuaian isi dengan tema, judul dan sumber/petikan, kesesuaian naskah dengan penyajian). Bobot : 30.
  3. Basa Basita/Bahasa (penggunaan Bahasa Bali yang baik dan benar). Bobot : 25.
  4. Raras/Ekspresi (mimik, penjiwaan, imfrovisasi). Bobot : 20.
  5. Galah/waktu (waktu penyajian). Bobot : 10.


2. Lomba Karaoke Lagu Pop Bali Kategori Putra dan Putri Tingkat SMA/SMK se-Bali.

Persyaratan Lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah (jika mewakili sekolah).
  5. Minus One disiapkan oleh masing-masing peserta (dalam bentuk Soft Copy). Pengumpulan Minus One Pada Tanggal 25 Februari 2016, Tempat di Sekretariat PMHD Universitas Warmadewa, Mulai Pukul 11.00 – 18.00 Wita
  6. Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif.
  7. Panitia tidak menerima berbagai macam bentuk protes.
  8. Keputusan Dewan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  9. Peserta membawakan 1(satu) buah lagu bebas.
  10. Peserta diperbolehkan mengatasnamakan pribadi tetapi pada saat pendaftaran

diwajibkan mencantumkan asal sekolah (untuk kepentingan administrasi).

Lagu :

Membawakan 1 (satu) buah lagu bebas sesuai pilihan peserta.

Kriteria Penilaian :

  1. Suara            : Keindahan Suara / Kualitas Suara, Jangkauan Suara, Karakter Suara
  1. Musikalitas : Ketetapan Nada (Pict), Pengucapan, Teknik Pernafasan, Penguasaan Lagu
  1. Penampilan :  Penghayatan Lagu, Ekspresi, Penguasaan Panggung, Busana, Penguasaan Penonton

 

3. Lomba Nyurat Lontar Tingkat SMA/SMK Se-Bali.

Persyaratan lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali .
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Setiap sekolah mendaftarkan maksimal 3 peserta (putra/putri).
  6. Peserta yang sudah pernah mendapatkan juara I, II, III pada lomba sebelumnya tidak diperkenankan ikut sebagai peserta.
  7. Kostum Pakaian Adat Bali Inovatif.
  8. Alat-alat tulis seperti; dulang, pengrupak, penghitam, dsb disiapkan oleh masing-masing peserta, kecuali lontar disiapkan oleh panitia.
  9. Naskah yang akan disalin disiapkan oleh panitia dan diberikan kepada peserta pada saat lomba akan dimulai.
  10. Naskah yang akan disalin berasal dari : Cerita Tantri Kamandaka.
  11. Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
  12. Keputusan Dewan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


Kriteria Penilaian :

  1. Ejaan/Tata Aksara/Pasang Aksara Bali. Bobot : 25.
  2. Bentuk/Wangun Aksara. Bobot : 30.
  3. Ketuntasan/penyelesaian sesuai dengan waktu yang tersedia. Bobot : 20.
  4. Bobot : 15.
  5. Teknis Penulisan. Bobot : 10

 

4. Lomba Utsawa Dharma Gita (Geguritan Berpasangan Kategori Putra dan Putri tingkat SMA/SMK Se-Bali.

Geguritan menggunakan metrum macapat atau pupuh (sekar alit). Metrum macapat atau pupuh (sekar alit) mempunyai aturan yang diikat oleh guru wilang, guru gatra, dan guru ding-dong. Metrum macapat atau pupuh (sekar alit) ini pada umumnya dikenal luas oleh masyarakat di Bali yang jumlahnya sebanyak 10 buah, yakni : Dangdanggula, Durma, Ginada, Ginanti, Maskumambang, Mijil, Pangkur, Pucung, Semarandana, dan Sinom.

Persyaratan lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Tampil berpasangan dengan :
    • Kategori Putra (Putra + Putra)
    • Kategori Putri (Putri + Putri)
  6. Materi lomba Geguritan akan disiapkan oleh panitia berupa
    1. Pupuh Wajib
      • Pupuh Wajib Putra : Pupuh Sinom
      • Pupuh Wajib Putri : Pupuh Pangkur
    2. Pupuh Pilihan(Hafalan)
      • Pupuh Ginada
      • Pupuh Ginanti
      • Pupuh Durma
    3. Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
    4. Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian :

Pembaca (Pangwacen) meliputi :

  1. Tikas/Penampilan (Pakaian , gaya, sikap).
  2. Suara /Vokal (Keindahan suara).
  3. Cengkok/Wewiletan (Variasi irama).
  4. Raras (Ekspresi).
  5. Guru Ding-dong (Nada di akhir setiap baris).

Penerjemah ( Paneges) meliputi :

  1. Tikas/penampilan (Pakaian,gaya,sikap).
  2. Teges/arti (Ketepan dan keserasian terjemah).
  3. Anggah – Ungguh (penggunaaan Bahasa Bali yang baik dan benar).
  4. Kelengutan Bebasaan/Intonasi (keindahan bahasa terjemahan).
  5. Raras( Ekspresi).

 

5. Lomba Fotografi

Persyaratan dan kriteria lomba :

  1. Peserta adalah seluruh pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali.
  2. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  3. Menyerahkan foto copy kartu pelajar rangkap 2 (dua) atau foto copy raport yang masih berlaku.
  4. Menunjukkan surat izin dari sekolah.
  5. Tema lomba adalah : “Warisan Budaya Bali, Permainan Tradisional yang Hampir Punah”.
  6. Foto adalah karya sendiri .
  7. Karya foto belum pernah memenangi penghargaan dalam lomba fotografi apapun.
  8. Lomba foto hanya berlaku untuk kamera DSLR / Mirorless Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dogde/burn dan saturasi warna) tanpa mengubah keaslian objek.
  9. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto kombinasi ( composite dan montage ) lebih dari satu foto atau menghilangkan/ mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
  10. Tidak diperkenankan mencantumkan identitas atau tanda lainnya pada foto (water mark)
  11. Pengambilan foto tidak diperkenankan menggunakan alat bantu ‘Droone’.
  12. Setiap peserta mengumpulkan foto maksimal 3 (tiga) dalam format digital JPEG.
  13. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran di Sekretariat PMHD Universitas Warmadewa (Kampus Utara)
  14. Panitia tidak bertanggung jawab atas tuntutan dari pihak manapun sehubungan dengan materi lomba yang di ikut sertakan atau segala macam bentuk protes apapun.
  15. Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang apabila foto tersebut digunakan untuk kepentingan pameran dan dokumentasi penyelenggara.
  16. Hak cipta atas foto pemenang dan terpilih tetap melekat pada fotografernya.
  17. Identitas peserta Lomba : Peserta wajib menggunakan nama asli, penyalahgunaan identitas, pemakaian identitas orang lain dan/ pemalsuan identitas akan dijatuhkan ke peserta lomba foto tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  18. Peserta diperbolehkan mengatasnamakan pribadi tetapi pada saat pendaftaran

diwajibkan mencantumkan asal sekolah ( untuk kepentingan administrasi ).

  1. Panitia tidak menerima segala macam bentuk protes.
  2. Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Mekanisme Pengiriman Foto :

  1. Karya foto yang diserahkan file digital dalam format JPG dengan sisi terpanjang 1024 pixel, dengan resolusi 72 yang masih menyimpan data exif.
  2. Foto diterima tanggal 25 Februari 2016, pukul 11.00-18.00 wita
  3. Foto diserahkan berupa CD.

Ketentuan tambahan :

  1. Hak cipta foto tetap pada fotografer dengan mengumpulkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.
  2. Sanksi terhadap penyalahgunaan identitas, pemakaian identitas orang lain dan atau pemalsuan identitas akan dijatuhkan ke peserta lomba foto tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
  3. Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum dan sesudah penjurian
  4. Apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan, karya foto pemenang lomba secara langsung berhak digunakan oleh panitia untuk kebutuhan internal maupun eksternal selama satu tahun semenjak pemenang lomba foto menerima kompensasinya sebagai juara.

 

 

6. KATEGORI UMUM

 

  1. Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal

 

Persyaratan Lomba :

  1. Menyerahkan 3 (tiga) lembar foto ukuran 3 x 4
  2. Umur peserta 16-21 tahun.
  3. Jumlah peserta lomba dibatasi sebanyak 20 peserta ( ketika kuota terpenuhi, otomatis pendaftaran ditutup).
  4. Peserta diwajibkan mengumpulkan foto copy KTP atau Kartu Pelajar
  5. Peserta wajib membayar biaya pendaftaran Rp. 100.000,- untuk lomba tari jauk dan Rp. 100.000,- untuk lomba Mekendang Tunggal
  6. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran
  7. Peserta wajib mematuhi segala ketentuan lomba dari panitia
  8. Waktu 10 – 12 Menit.

Kriteria Penilaian Tari Jauk Manis:

  1. Teknik Tari :           Agem, Tangkep, Tandang, Tangkis
  2. Penguasaan Panggung
  3. Penjiwaan
  4. Sesaluk/Kostum

 

Kriteria Penilaian Mekendang Tunggal:

  1. Suara kendang
  2. Tehnik : pengawit
  3. pengawak
  4. ngomang
  5. isen-isen
  6. gegilik
  7. gegedig
  8. Kreativitas (harmonisasi dengan tarian dalam memainkan kendang)
  9. Penampilan (abah dan ekspresi)

Nb : gamelan live

 

IX. PESERTA

  1. Kegiatan ini melibatkan anak – anak SD, SMP dan SMA/SMK se-Bali dan Umum sebagai pesertanya, dengan perincian sebagai berikut:
  2. Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal
  3. Lomba Dharma Wacana
  4. Lomba Karaoke Pop Bali
  5. Lomba Menulis Lontar Aksara Bali
  6. Lomba Utsawa Dharma Gita (Geguritan)
  7. Lomba Gender Wayang
  8. Lomba Photografer

X.  BIAYA PENDAFTARAN

  • Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal ( Rp. 200.000)
  • Lomba Dharma Wacana ( Rp. 150.000 )
  • Lomba Karaoke Pop Bali ( Rp. 150.000 )
  • Lomba Menulis Lontar Aksara Bali  ( Rp. 150.000 )
  • Lomba Utsawa Dharma Gita/Geguritan ( Rp. 200.000 )
  • Lomba Fotografer ( Rp.   50.000 )
  • Lomba Gender Wayang ( Rp. 200.000 )


 XI. WAKTU PENTING

Pendaftaran dibuka :

 

Tanggal         : 4 Januari s/d 30 Januari 2016

Pukul              : 11.00-18.00 WITA

Tempat           : Sekretariat PMHD Kampus Utara Universitas Warmadewa

 

Technical Metting Peserta Lomba :

 

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Januari 2016

Pukul              : 13.00 Wita – selesai

Tempat           : Rung Sidang Sri Kesari  Universitas Warmadewa

 

KONTRIBUSI UNTUK PESERTA

a). Piagam Penghargaan (Untuk Juara, Peserta, dan Pembina)

b). Snack dan nasi untuk Peserta dan 1 Pembina (1x)

 

XII. PENJURIAN

Masing – masing Lomba terdiri dari 3 orang Juri, yaitu:

  1. Dari Kalangan Akademisi.
  2. Dari Kalangan Budayawan.
  3. Dari Kalangan Pemerhati Seni.
  4. Dari Kalangan Seniman

 

XIII.     HADIAH UNTUK PARA JUARA

  1. a) Piala Bergilir Rektor Univ. Warmadewa Untuk Juara Umum kategori SMA/SMK se-Bali.
  2. b) Piala Tetap dari Walikota Denpasar untuk Juara I, II dan III.
  3. c) Piagam Penghargaan.
  4. d) Dana Pembinaan.
  5. e) Bingkisan dari sponsor

 

XIV.     PENUTUP

Demikian Proposal ini kami buat, agar bisa digunakan sebagai acuan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Apabila ada hal-hal yang belum masuk dalam proposal ini akan disampaikan dikemudian hari.

 

 

IMG_2866 IMG_2789 IMG_2578 IMG_2391 IMG_2362 IMG_2179 IMG_2352 IMG_2280 IMG_2287 IMG_2306 IMG_2337 IMG_2351

 

 

Gebyar PMHD ke IX Tahun 2016


Gebyar Ke IX

OM SWASTYASTU

Titiang Ketua Panitia Gebyar PMHD sane kaping IX warsa 2016, aturnguningyang ring semeton PMHD sareng sami mangda prasida nyarengin mensukseskan acara Gebyar puniki antuk ngeshare berita puniki ring semeton sane lianang, dumogi prasida nyarengin tur dados pamilet ring lomba Gebyar PMHD sane jagi kalaksanayang ring galah 27-28 februari 2016. puniki prasida antuk titiang,suksma. OM SHANTI,SHANTI,SHANTI OM.

“Dharmaning Mahasisya Mahottama”

PMHD Unwar Gelar Seminar Nasional ‘ Teologi Dalam Kepemimpinan Hindu’


 Mahasiswa yang tergabung dalam Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa mengadakan Seminar Nasional Tri Hita Karana yang bertemakan “TEOLOGI POLITIK DALAM KEPEMIMPINAN HINDU”. Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda kerja PMHD tahun 2015 ini adalah yang perdana dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa PMHD. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015 pukul 09:00 Wita bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa. Kegiatan yang diprakarsai oleh PMHD di bawah naungan Universitas Wamadewa dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali merupakan wujud kepedulian bersama untuk menanamkan ilmu-ilmu dasar sebagai seorang pemimpin dalam Konsep Kepemimpinan Hindu juga secara tidak langsung dalam rangka mendidik calon-calon pemilih muda menjelang Pemilukada Serentak yang akan tiba beberapa bulan mendatang.

Seminar Nasional ini diikuti oleh 380 mahasiswa baik itu di internal Kampus Warmadewa maupun undangan ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berbasis Hindu dari kampus lain. Antusiasme peserta juga terbilang positif terbukti dari jumlah peserta yang hadir tersebut sudah memenuhi Ruangan Auditorium Kampus Warmadewa.

Berawal dari ketidak-puasan akan kinerja Pejabat Publik yang dalam hal ini adalah pejabat-pejabat publik dengan latar belakang Hindu. Karena sudah banyak Pejabat Hindu tersandung kasus yang merugikan banyak pihak dimana tegaknya Ajaran Dharma sebagai landasan dasar dalam bertindak sudah tidak ada lagi. Sebagai langkah konkrit melakukan usaha preventif (pencegahan), PMHD berinisiatif melaksanakan kegiatan Seminar Nasional ini dengan harapan setelah mengikuti kegiatan ini para peserta menjadi paham bagaimana seharusnya pemimpin yang sesuai dengan Konsep Kepemimpinan Hindu.

Dalam seminar ini, PMHD Unwar mendatangkan pembicara yang berkompeten di masing-masing bidangnya. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. (Rektor IHDN), kedua adalah Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D(Direktur World Hindu Parisad), dan yang terakhir adalah K.S. Arsana (Ketua Hubungan Internasional PHDI)seorang tokoh Hindu yang sudah terkenal di kancah Nasional yang selanjutnya disimpulkan oleh Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda (Pimpinan Majalah Hindu Raditya, Sulinggih dan Mantan Wartawan Politik).

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 Wita yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, sambutan Ketua Umum PMHD, sambutan Pembina PMHD, sambutan Rektor Universitas Warmadewa sekaligus membuka acara Seminar Nasional Tri Hita Karana Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pembicara pertama, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., membahas tentang Kepemimpinan Pola Umum yaitu bagaimana menjadi sosok pemimpin yang bisa diterima semua orang yangtidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku, dan ras yang ada di wilayahnya.Kemudian dilanjutkan oleh Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D menyampaikan tentang bagaimana pemimpin bisa memimpin sesuai dengan dasar-dasar ilmu Tri Hita Karana, dan pembicara ketiga adalah K.S. Arsana,  membahas tentang Kepemimpinan Pola Pendidikan bagaimanaseharusnya pemimpin memimpin dan bisa mendidik sesuai dengan kaidah-kaidah Pendidikan Kepemimpinan. Dari ketiga pembahasan materi tersebut disimpulkan oleh Ida Pandita Mpu Jaya Prema Anandatentang apa yang ketiga pembicara sebelumnya sampaikan sekaligus berpesan kepada mahasiswa-mahasiswa sebagai peserta agar bisa mengamalkan apa yang telah disampaikan para pembicara sebagai dasar menjadi pemimpin.

Kegiatan terakhir ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Ketua PMHD dan oleh Rektor kepada para pembicara yang diiringi dengan tepuk tangan meriah dari peserta seminar, kemudian dilakukan sesi foto bersama.

Dengan berakhirnya kegiatan seminar ini semoga membawa berkah dan menjadi bekal tuntunan bagi calon-calon pemimpin muda agar senantiasa menjadikan Ajaran Dharma sebagai dasar dan landasan dalam memimpin demi tercapainya kesejahteraan organisasi yang dipimpinnya. Om Swaha.

 

Dikutip dari:

http://www.warmadewa.ac.id/index.php/baca-berita/79/Seminar-Nasional-Tri-Hita-Karana-%E2%80%9CTeologi-Dalam-Kepemimpinan-Hindu%E2%80%9D-Pasemetonan-Mahasisya-Hindu-Dharma-awalPMHDakhir-Universitas-Warmadewa#

Diklat Astabrata PMHD Unwar ke-10


Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma Universitas Warmadewa (PMHD Unwar) baru-baru ini sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Astabrata Kepemimpinan. Bertempat di Wantilan Pura Luhur Sakenan, Desa Serangan, Denpasar Selatan acara ini berlangsung dari tanggal 6 – 8 Nopember 2015. Acara rutin tahunan PMHD Unwar kali ini diikuti oleh sekitar 270 peserta. Menurut ketua panitia acara, Made Mahardiana, acara Diklat ini diikuti oleh mahasiswa yang beragama Hindu dari berbagai fakultas di Univ. Warmadewa. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universtas Warmadewa, Bapak Parwata, MT dan dihadiri oleh jajaran rektorat Univ. Warmadewa, para pembina PMHD, Paiketan Alumni PMHD, perwakilan UKM se-Universitas Warmadewa dan undangan lainnya.

Dharmaning Mahasisya Mahottama!

 

Lomba artikel serangkaian saraswati FAK.Ekonomi


Pemaknaan Saraswati yang Berpedoman pada Konsep Tri Hita Karana

            Hari Raya Saraswati adalah perayaan hari diturunkannya ilmu pengetahuan (vidya) dan hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, yang jatuh pada setiap 210 hari dan berdasarkan kalender wuku, kalender Jawa-Bali, yaitu pada Saniscara Umanis wuku Watugunung. Pada hari itu kita umat Hindu merayakan hari yang penting itu, terutama para pamong dan siswa-siswa khususnya, serta pengabdi-pengabdi ilmu pengetahuan pada umumnya. Pada hari itu adalah hari atau waktu yang sangat tepat dan baik untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa agar diagurahkan vidya (pengetahuan) dan kecerdasan, sehingga kita akan terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan atau kebahagiaan abadi.

Pemujaan Saraswati sebagai dewi yang melambangkan ilmu pengetahuan memang sudah berlangsung sejak dulu kala, sejak orang-orang Arya melahir peradaban Weda di Indiajauh sebelum Masehi. Hal ini mercerminkan betapa umat Hindu sangat menghargai ilmu pengetahuan didalam menjalani hidupnya. Hidup terasa gelap tanpa ilmu pengetahuan. Hidup akan terasa terang, bercahaya, terarah dan lebih mudah dengan ilmu pengetahuan. Hidup akan terasa terang, bercahaya, terarah, dan lebih mudah dengan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kita semestinya memaknai Puja Saraswati yang dating setip 210 hari dengan penuh kesucian dan kesadaran diri. Pemaknaan itu selanjutnya dapat diimplementasika di dalam kehidupan sehari-hari. Guna mencapai pursa artha yang digunakan untuk pengetahuan (jnana) baik apara widya dan para widya.

Saraswati adalah nama dewi, Sakti Dewa Brahma (dalam konteks ini, sakti berarti istri). Dewi Saraswati diyakini sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam fungsi-Nya sebagai dewi ilmu pengetahuan. Dalam berbagai lontar di Balidisebutkan “Hyang Hyangning Pangewruh.”  Di India umat Hindu mewujudkan Dewi Saraswati sebagai dewi yang amat cantik bertangan empat yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan, memegang: Wina (Kecapi), alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni ilmu pengetahuan.  Kropak (lontar), yaitu Weda, yang emlambangkan universal, abadi, dan pengetahuan sejati, serta sumber ilmu pengetahuan. Ganitri (Mala, Tasbih) melambangkan bahwa ilmu pengetahan tidak akan pernah berakhir sepanjang hidup dan tidak akan pernah habis dipelajari  dan Bunga teratai yang merupakan suatu keindahan yang berada didalam ilmu pengetahuan tersebut.

Pada hari Sabtu wuku Watugunung (Upacara Saraswati) itu, semua pustaka terutama Weda dan sastra-sastra agama dikumpulkan sebagai lambang stana pemujaan Dewi Saraswati. Di tempat pustaka yang telah ditata rapi dihaturkan upacara Saraswati. Upacara Saraswati yang paling inti adalah banten (sesajen) Saraswati, daksina, beras wangi dan dilengkapi dengan air kumkuman (air yang diisi kembang dan wangi-wangian).

Menurut keterangan lontar Sundarigama tentang Brata Saraswati, pemujaan Dewi Saraswati harus dilakukan pada pagi hari atau tengah hari. Dari pagi sampai tengah hari tidak diperkenankan membaca dan menulis terutama yang menyangkut ajaran Weda dan sastranya. Bagi yang melaksanakan Brata Saraswati dengan penuh, tidak membaca dan menulis itu dilakukan selama 24 jam penuh. Sedangkan bagi yang melaksanakan dengan biasa, setelah tengah hari dapat membaca dan menulis. Bahkan di malam hari dianjurkan melakukan malam sastra dan sambang samadhi.

Konsep Tri Hita Karana

 

Perayaan Hari Raya Saraswati berkaitan dengan konsep Tri HIta Karana, sebagian besar masyarakat Hindu menganggap hari raya Saraswati sebagai hari ilmu pengetahuan, padahal hari raya Saraswati merupakan konsep dasar dalam ajaran Tri Hita Karana. Tri Hita Karana bermakna sebagai tiga hal yang mewujudkan kebaikan dan kesejahteraan yakni Parhyangan, yaitu hubungan yang harmonis dan seimbang antara manusia dengan Tuhan; Pawongan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesama manusia; dan Palemahan, yaitu hubungan yang harmonis dan seimbang antara manusia dengan alam.

Pemaknaan Saraswati berkaitan dengan konsep ajaran Tri Hita Karana. Masyarakat Hindu saat ini, mulai melupakan akan pencipta mereka ke dunia ini. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang jarang sembahyang, tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan, dan yang sering mengejutkan lagi adanya masyarakat yang tidak percaya dengan yang namanya Tuhan. Masyarakat mulai melakukan tindakan yang tidak sepatutnya, mulai dari kasus pencurian dimana-mana, kekerasan terhadap sesama, korupsi yang merajalela, dan yang paling parah adalah masalah perusakan alam yang amat merugikan banyak umat. Sesungguhnya alam ini harus  dijaga bukan malah dirusak oleh penebangan liar dan penggunaan daya yang berlebihan yang dapat merusak ozon di dunia ini. Hal ini disebabkan karena sebagian manusia lebih cenderung mementingkan dirinya sendiri dan mencari keuntungan yang lebih (lobha) dari pada mementingkan kehidupan orang banyak dan melupakan ajaran Tri Hita Karana.

Konsep ajaran Tri Hita Karana sebagai pedoman dalam memaknai Hari Raya Saraswati akan menjadikan masyarakat Hindu menuju jalan Dharma sesuai ajaran Sang Hyang Aji Saraswati. Pemaknaan ajaran Tri Hita Karana dimulai dari mewujudkan unsur parahyangan dengan lebih mendekatkan hubungan kita sebagai manusia kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas yadnya sebagai persembahan yang tulus kepada Sang Pencipta. Mulai dari pembangunan tempat suci, pelaksanaan upacara keagamaan, pendalaman ajaran agama, kreativitas berkesenian (tari, tabuh, lukis, pahat, dsb.). Sehingga kita dapat meperoleh ketentraman dan perasaan yang damai, karena hanya dengan mendekatkan diri terhadap beliau lah kita bisa memperteguh keyakinan kita dan dapat manyadari untuk apa kita lahir kedunia ini. Kemudian sebagai masyarakat Hindu harus mewujudkan unsur pawongan yaitu dengan cara meningkatkan  toleransi hubungan kita kepada sesama manusia, dengan cara saling memiliki tenggang rasa, beramah tamah, saling menghargai, saling menghormati dan saling mengamalkan ajaran “Tat Twam Asi” (Aku adalah Kamu, Kamu adalah Aku), sehingga tidak akan ada lagi peperangan, perselisihan, tindakan kekerasan kepada sesama, dan yang paling peting lagi tidak ada perseteruan akibat Suku, Agama dan Ras. Dan yang tidak kalah penting lagi dengan cara mewujudkan unsure palemahan dengan cara, pada hari raya Saraswati ini kita lebih bisa mendekatkan diri kita dan menghargai alam atau lingkungan sekitar kita, agar alam yang kita gunakan sebagai tempat kita memperoleh kehidupan tidak hancur dan masih bisa dinikmati oleh keturunan-keturunan kita.

Pada hari raya Saraswati ini kita sebagai makhluk paling sempurna harus lebih mengamalkan konsep ajaran Tri Hita Karana sebagai pedoman dalam menciptakan suatu keharmonisan antara sesama manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga masyarakat Hindu bersedia membuka diri untuk lebih memikirkan pentingnya alam, kehidupan sesama manusia, dan rasa syukur kepada Sang Hyang Widi Wasa sebagai pencipta untuk memperoleh spirit agar dapat mewujudkan dasar keselarasan sebagi umat Hindu.

Galeri

Lomba artikel serangkaian hari saraswati oleh FAK.Pertanian


HARI SARASWATI – HARI ILMU PENGETAHUAN Hari raya Saraswati merupakan hari raya dalam agama Hindu. Hari raya saraswati diperingati sebagai hari “Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati” (ilmu pengetahuan). Hari raya saraswati diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali (dalam … Baca lebih lanjut